Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
PEREMPUAN berusia 35 tahun asal Serui Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, ini tak mampu menahan luapan kegembiraan, syukur, dan haru usai dinobatkan sebagai lulusan tercepat jenjang Pendidikan Dokter Spesialis di Universitas Gadjah Mada (UGM). Dokter Merlins Renatasia Waromi, Sp.MK, menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 2 bulan dan 16 hari.
Hari Rabu (4/2) siang ia mengikuti Wisuda Program Pascasarjana Periode II 2025/2026 bersama 118 lulusan spesialis lain yang rata-rata menyelesaikan studi spesialisnya selama 4 tahun. Merlins mengaku bersyukur dinobatkan sebagai wisudawan lulusan tercepat untuk jenjang dokter spesialis.
Padahal ia sempat mengambil cuti melahirkan selama 3 bulan. "Sangat bersyukur sekali bisa menempuh pendidikan dengan waktu yang cukup singkat. Padahal sebelumnya saya waktu awal masuk itu sempat tidak mengikuti perkuliahan selama 3 bulan karena harus cuti melahirkan. Jadi, kemarin memang saya hitung-hitung kalau misalnya enggak melahirkan mungkin jadinya 2 tahun sekian saja," kata Merlins, Rabu (4/2).
Dokter yang kemudian menyandang spesialis mikrobiologi ini mengatakan dirinya menyelesaikan studi sarjana dan pendidikan profesi dokter di Universitas Cendrawasih, Jayapura. Keputusannya memilih melanjutkan perkuliahan pendidikan dokter spesialis ke UGM karena banyak orang Papua yang nyaman bahkan menganggap Yogyakarta menjadi rumah kedua mereka.
Asumsi itu dibuktikannya setelah sampai di Yogyakarta. Menurut Merlins, warga Yogyakarta sangatlah ramah dan menyambut warga pendatang. "Yogyakarta bagi kami orang Papua itu seperti rumah kedua kami," katanya.
Kesempatan dirinya melanjutkan pendidikan kedokteran spesialis tidak lepas dari hasil kerja sama yang dilakukan oleh UGM dengan mitra perguruan tinggi dan pemerintah daerah di Papua. Kerja sama antara Pemerintah Provinsi Papua Barat dengan UGM membantunya untuk melanjutkan pendidikan di UGM melalui beasiswa pendidikan dokter spesialis bagi Orang Asli Papua (OAP) yang menggunakan dana otonomi khusus (Otsus).
Beasiswa tersebut membuka kesempatan lebar bagi para putra-putri daerah untuk melanjutkan beberapa bidang spesialisasi. "UGM salah satu universitas negeri yang menjalin banyak kerja sama atau MOU dengan daerah-daerah di provinsi Indonesia Timur, sehingga itu menjadi peluang bagi kami untuk melanjutkan pendidikan di UGM. Kami disekolahkan dari pemerintah daerah berdasarkan MoU dengan UGM tersebut," ceritanya.
Mengapa mikrobiologi? Merlins mengaku berawal dari kegemarannya melihat media-media pertumbuhan bakteri dan jamur. Warnanya yang bermacam-macam dan cantik-cantik jika dilihat secara kasat mata itulah yang menjadi pemicu awal dari rasa penasarannya terhadap bidang ini.
Ia juga berpendapat bahwa dalam dunia kedokteran, biasanya penyakit infeksi paling banyak ditemukan. Bidang mikrobiologi sangat membantu untuk mendiagnosis penyakit yang diderita oleh pasien. "Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban penyakit infeksi tertinggi di dunia. Itulah alasan saya mengambil spesialis ini," ujarnya.
Selama menjalani perkuliahan di UGM, Merlins menceritakan bahwa ada beberapa tantangan yang dihadapinya terutama standar kualitas pendidikan yang berbeda dari kampusnya terdahulu. Ia merasa bahwa standar perkuliahan yang ada di Indonesia bagian Timur masih memiliki ketimpangan yang jauh dengan yang ada di kampus UGM. Oleh karena itu, ia harus banyak beradaptasi, dari berbagai segi kemajuan perkembangan teknologi, keilmuan ilmiah, dan sebagainya.
Merlins harus mampu membuang jauh-jauh perasaan minder dan rasa tidak percaya diri. Jika dirasa tidak mengerti materi pembelajaran di kelas, Merlins tidak segan-segan mencari sendiri referensi menggunakan fasilitas perpustakaan atau bertanya dengan rekan mahasiswa lain, bahkan perawat, tenaga medis, hingga dosen.
"Di sini untuk mengakali semua, saya orangnya mudah bergaul dan tidak malu untuk bertanya. Jadi dengan proses seperti itu saya bisa mendapatkan solusi-solusi dari kesulitan yang saya hadapi," kenangnya.
Merlins mengambil penelitian tentang profil dan pola kepekaan dari bakteri penyebab infeksi yang disebabkan oleh penggunaan kateter di rumah sakit. Sebagai latar belakang dari risetnya ini, Merlin mengangkat kasus tentang Catheter-associated urinary tract infection (CAUTI) atau infeksi saluran kemih yang terjadi akibat penggunaan kateter urin menetap, terutama yang terpasang lebih dari 2 hari. "Dari penelitian yang saya lakukan ternyata angka kejadian CAUTI di Rumah Sakit Sarjito cukup tinggi dan faktor-faktor risiko penyebabnya ialah penurunan tingkat kesadaran dan riwayat pembedahan yang terjadi pada pasien-pasien tersebut," terangnya.
Soal tips keberhasilannya bisa menyelesaikan studi spesialis dalam waktu lebih cepat, Merlins mengaku bahwa ia selalu menyiapkan list target dan timeline atas tugas-tugasnya. "Jika jenuh, saya akan mengambil jeda sejenak sebelum kembali fokus dengan tugasnya. Jika tugasnya tidak berjalan sesuai timeline, saya akan mengejar ketertinggalan tersebut," ungkapnya.
Terakhir, Merlins berpesan pada mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan spesialis dan subspesialis agar selalu membuang jauh-jauh rasa minder dan selalu disiplin dan percaya diri. Bagi Merlins, tidak ada murid yang bodoh, yang ada hanya murid yang belum bertemu dengan guru yang tepat dan metode pembelajaran yang benar.
"Jangan pernah minder. Namun kita harus lebih tekun lagi agar bisa beradaptasi dengan lingkungan yang ada di tempat pendidikan kita," pesannya. (I-2)
SEKRETARIS Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM Sigit Priyanto, Rabu menegaskan, tahun 2026 ini, UGM akan menerima 10.000 mahasiswa baru baik jenang Sarjana (S1), Sarjana Terapan (D-4).
NAMA pemengaruh (influencer) Amanda Zahra kembali mencuri perhatian warganet setelah ia membagikan kabar pernikahannya. Amanda resmi melepas status jandanya setelah dipinang oleh Adli.
Guru besar UGM mengingatkan bahaya kesehatan dari keracunan berulang. Ia menilai keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis karena lemahnya pengawasan di SPPG.
PIhak UGM menyayangkan pihak yang mengiring opini soal pernyataan Mantan Rektor UGM Prof Sofian Effendi soal ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.
ADP yang merupakan Diplomat Kemlu ADP ditemukan tewas dengan kepala terlilit lakban di indekos di Menteng, Jakarta, pada Selasa (8/7/2025).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved