Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH menggelar kampanye akbar di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bersama rombongan melanjutkan safari politiknya ke Pulau Dewata, Bali.
Di sana, Surya memberikan amanat politiknya dalam acara Konsolidasi Kader Partai NasDem Sewilayah Bali yang digelar di Kantor DPW Partai NasDem Bali, Selasa (23/1).
Dalam amanatnya, Surya Paloh menegaskan komitmen kebangsaan Partai NasDem di depan ribuan kader yang menghadiri acara tersebut.
Baca juga : Satu atau Dua Putaran Pilpres Sama-Sama Konstitusional, Jangan Beri Narasi Negatif
Menurutnya, Partai NasDem tidak akan pernah mau kalah dalam hal pembuktian diri sebagai partai yang terdepan dalam hal kecintaan pada spirit kebangsaan dalam kancah perpolitikan di Tanah Air.
“NasDem bahkan harus berani menyatakan bahwa tidak ada tempat bagi mereka yang meragukan komitmen kebangsaan Partai NasDem,” ujarnya.
Baca juga : Menteri Harus Fokus, Bukan Malah Kampanye
Surya menegaksn, semua kerja-kerja politik NasDem tidak pernah lepas dari spirit kebangsaan. Tidak terkecuali dalam pemilihan calon presiden tahun 2024.
Dipilihnya Anies Baswedan sebagai calon presiden oleh NasDem, jelas Surya, didasarkan pada keyakinan bahwa dirinya adalah sosok terbaik sebagai calon pemimpin nasional pada Pemilu 2024 yang akan mampu menjaga semangat kebangsaan ini.
“Komitmen kebangsaan Partai NasDem tersebut didasarkan pada kesadaran historis maupun filosofis. Secara historis, paham kebangsaan ini telah menjadi penyatu bangsa-bangsa di Tanah Air. Dengan Pancasila, kita bersyukur Republik Indonesia telah mampu bertahan hampir satu abad lamanya,” ujar Surya.
Ia mengungkapkan, berbagai bentuk ancaman telah datang silih berganti. Namun bangunan kebangsaan telah membuktikan ketangguhannya. Oleh karena itu, sudah sewajarnya jika NasDem memberikan komitmen penuhnya pada semangat nasionalisme tersebut.
“Sebab, diakui atau tidak, nasionalisme telah menjadi perekat bagi seluruh bangsa Indonesia sejak 1945. Api nasionalisme ini senantiasa berkobar-kobar dan telah dibangun oleh berbagai kearifan lokal seluruh bangsa di Tanah Air, tak terkecuali mantra-mantra kebudayaan di Pulau Dewata ini,” tutur Surya.
Mantra yang terbangun dari rintihan rakyat jelata di pelosok desa. Mantra yang tersusun dari kepercayaan dan perasaan senasib sepenanggungan sebagai bangsa yang sama-sama ingin meraih kemerdekaan dan keadilan. Mantra yang berisi harapan untuk melangkah bersama meraih kejayaan.
“Oleh karena itu, jangan redupkan semangat ini dengan nafsu kekuasaan lima tahun sekali. Jangan usik kehidupan harmonis yang telah terbangun di antara seluruh anak bangsa sekian puluh tahun lamanya ini dengan aksi-aksi yang tidak terpuji dalam Pemilu. Berkontestasilah dengan penuh kedewasaan dan sportivitas. Jangan berkompetisi dengan cara-cara yang tidak mencerdaskan dan mengusik rasa keadilan rakyat. Sebab, hal-hal yang mengusik rasa keadilan akan melahirkan kecemburuan yang taruhannya adalah runtuhnya bangunan kebangsaan kita,” jelas Surya.
Menurutnya, emilu hanya lima tahun sekali, sementara politik dilakukan di setiap waktu. Utamakanlah selalu politik kebangsaan, sebab politik kebangsaan adalah politik yang senantiasa menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan orang per orang atau kelompok dan golongan.
“Politik kebangsaan adalah politik yang menempatkan hak-hak dasar manusia sebagai hal utama dalam pembangunan nasionalnya. Politik kebangsaan adalah politik yang menempatkan manusia sebagai subjek utama pembangunan, subjek utama segala kebijakan. Politik kebangsaan adalah politik yang memandang semua kelompok, semua golongan, semua kelas sosial, semua pikiran dan pandangan, kawan maupun lawan, sebagai warga negara yang dinaungi sekaligus diberikan ruangnya tanpa diskriminasi,” ucap Surya.
Ia menambahkan, menjadi maju itu oke. Menjadi besar itu bagus. Akan tetapi, sebelum menjadi maju kita harus terlebih dahulu mampu membangun kehidupan yang adil terlebih dahulu.
“Adalah bullshit membawa bangsa ini maju sebelum terbangunnya keadilan. Adalah mustahil membangun bangsa ini maju sebelum keadilan menjadi perikehidupan bersama kita secara nasional. Tanpa keadilan, apa yang disebut kemajuan hanya akan bermakna ketimpangan,” tegasnya.
Kondisi semacam itu, tentu, bukanlah tujuan dari diperjuangkannya kemerdekaan bangsa ini dari kolonialisme bangsa lain. Kondisi semacam itu bukan pula tujuan dari didirikannya republik ini. Sebab, seperti ditegaskan oleh Bung Karno, Republik Indonesia ini berdiri bukan satu untuk semua atau semua untuk satu, melainkan semua untuk semua.
“Tidak ada kata lain yang paling tepat untuk menerjemahkan ungkapan tersebut selain membangun keadilan sosial agar cita-cita Kemerdekaan 1945 benar-benar menjadi kanyataan,” pungkas Surya. (Z-5)
KEMARIN, Partai NasDem genap berusia 14 tahun. Dalam tiga kali kesertaan di pemilu presiden dan legislatif, NasDem terus bergerak maju secara elektoral
Lili Romli berharap partai yang kalah diharapkan mengambil posisi sebagai partai oposisi agar mekanisme check and balances berjalan.
ANALIS komunikasi politik Hendri Satrio atau Hensa menilai pernyataan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh tentang konsistensi ucapan dan perbuatan merupakan bentuk sindiran.
ANALIS komunikasi politik Hendri Satrio atau Hensa menilai Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bersikap bijaksana dengan menyatakan mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh meminta para kadernya untuk menjadi teladan di tengah masyarakat, keteladanan dibutuhkan menghadapi tantangan politik dan kehidupan kebangsaan.
KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan partainya berkomitmen mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan kekuatan Indonesia bertumpu pada kerukunan yang terus dipelihara di tengah masyarakat.
Guru Besar UNJ, Abdul Haris Fatgehipon, menegaskan perlunya rekonstruksi gerakan kebangsaan dengan menempatkan pemuda sebagai aktor utama.
pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama merupakan langkah strategis dan visioner dalam arsitektur kebijakan pendidikan nasional.
Pemutaran film Believe yang mengangkat kisah hidup Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dimanfaatkan sebagai sarana membangun kebangsaan dan nasionalisme.
Di tengah dinamika kebangsaan yang kerap diwarnai ketegangan antara identitas agama dan tenun pluralitas, sebuah pertanyaan fundamental layak kita ajukan kembali.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved