Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
SENIMAN Butet Kartaredjasa mengomentari cawapres 02, Gibran Rakabuming Raka saat debat dengan cawapres 03, Mahfud MD, Minggu (21/1) malam.
"Itu tuna ada MB, tuna etika. Apa yang dilakukan tampak betul sudah dipersiapkan hanya untuk melecehkan orang tua (Mahfud MD)," papar dia di Taman Budaya Yogyakarta, Senin (22/1).
Menurut dia, yang dilakukan oleh Gibran merupakan praktik yang tidak sepantasnya dilakukan dalam forum perdebatan kelas nasional, forum yang sangat resmi. "Saya tidak tahu bagaimana orang tuanya membelajarkan etika,” terangnya.
Baca juga: INDEF: Cak Imin Positif, Mahfud Berkelas, Gibran Banyak Gimik
Butet mengaku tidak membayangkan kalau anak itu terpilih. Dirinya akan mempunya pemimpin yang tidak punya adab seperti ini.Butet mengaku, hal tersebut yang dikhawatirkannya. Orang tuanya telah membunuh anaknya sendiri.
Anak dihadirkan ke ruang publik tanpa etika, tanpa tata krama, tanpa budi pekerti. Sebagai orang tua, hal yang nomor satu diilakukannya dalam mendidik anak adalah tata krama, mendidik etika.
Baca juga:
Level Kepemimpinan Gibran Masih Rendah
Anak harus tahu menempatkan diri pada saatnya ia harus bebas, pada saatnya harus bercanda. "Namun, ketika sebuah forum resmi, forum kenegaraan diperlakukan tuna ada seperti itu, saya merasa ikut tersinggung dan kecewa," kata dia.
Hal yang dilakukan Gibran, menurut dia, bukan masalah anak muda. Pasalnya, masih banyak anak muda yang mengerti adab, mengerti etika.
"Itu bukan sebuah improvisasi. Itu tampak betul sudah dipersiapkan. Saya kan aktor teater, ngerti itu gerakan-gerakan yang natural sama gerakan-gerakan yang dibikin-bikin dan dipersiapkan," kata dia.
"Tahu saya. Semua orang waras mengetahui. Itu semua adalah by design. Didisain untuk apa? Didisain untuk melecehkan orang tua. Coba lihat lagi (gerakan Gibran saat debat Cawapres semalam," tutup dia. (AT/Z-7)
Didampingi putranya, Jan Ethes, Wapres tiba di Masjid Istiglal pada pukul 06.47 WIB.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta masyarakat memberikan kepercayaan kepada proses hukum yang sedang berjalan terkait pengusutan kasus serangan penyiraman air keras.
Penyerahan zakat Presiden Prabowo diterima dan didoakan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., sebagaimana kewajiban amil untuk mendoakan para muzaki.
Rismon Sianipar resmi meminta maaf kepada Jokowi dan Gibran terkait polemik ijazah palsu. Simak kronologi, alasan ilmiah, dan dampaknya.
Rismon Sianipar menyampaikan permintaan maaf langsung kepada Wapres Gibran setelah kajian lanjutan menyimpulkan ijazah yang sempat dipolemikkan ternyata asli.
PAKAR informatika Rismon Sianipar mengaku menganulir seluruh temuannya terkait dugaan ijazah palsu Jokowi atau Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Ia bertemu Gibran Rakabuming Raka
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan periode 2019-2024, Mahfud MD berpendapat, posisi Indonesia semestinya berempati terhadap Iran.
Mahfud mengatakan posisi Polri saat ini merupakan hasil reformasi 1998.
Mahfud menyebut, dalam praktiknya Kompolnas kerap bertindak layaknya juru bicara Polri dan hanya menjalankan tugas secara formalitas.
Menurut Mahfud, dalam beberapa waktu terakhir, DPR cenderung menunjuk calon hakim konstitusi secara internal tanpa proses seleksi terbuka.
Kegagalan di masyarakat jauh lebih fatal dibanding kegagalan akademik.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menanggapi kasus dugaan korupsi kuota haji yang menjerat mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved