Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Datang ke Istana, Rismon Sianipar Minta Maaf ke Gibran atas Polemik Ijazah

Devi Harahap
13/3/2026 14:13
Datang ke Istana, Rismon Sianipar Minta Maaf ke Gibran atas Polemik Ijazah
Rismon Sianipar menyampaikan permintaan maaf langsung kepada Wapres Gibran di Istana.(Dok. Sekretariat Wapres)

Ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar, menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf secara langsung kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait polemik yang sempat berkembang di ruang publik mengenai kajian yang sebelumnya ia sampaikan. Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (13/3).

Dalam pertemuan itu, Rismon menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan kajian lanjutan secara lebih mendalam terhadap sejumlah data dan dokumen yang sebelumnya dipersoalkan. Dari hasil penelaahan tersebut, ia menyimpulkan bahwa ijazah yang menjadi polemik adalah asli.

“Wartawan memang butuh kalimat sederhana. Iya, asli. Karena apa, dengan kajian saya. Makanya saya bilang, truth hurts. Kebenaran itu menyakitkan. Tetapi lebih menyakitkan lagi yang saya rasakan kalau saya tidak mengungkapkannya dan lebih jujur,” kata Rismon kepada awak media usai pertemuan.

Secara terpisah, dalam keterangan tertulisnya, Gibran menilai langkah Rismon meninjau kembali pernyataannya merupakan bentuk kedewasaan dalam kehidupan demokrasi.

Menurut Gibran, perbedaan pandangan yang muncul di ruang publik seharusnya dapat diselesaikan dengan sikap terbuka dan saling menghormati.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk memperkuat persaudaraan.

“Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan,” tulis Gibran dalam keterangannya.

Dalam kesempatan yang sama, Rismon juga menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang sempat muncul akibat kajian awal yang ia sampaikan ke publik.

“Sebagai peneliti saya bertanggung jawab untuk mengoreksi tulisan saya, bukan menyembunyikan kebenaran sehingga dianggap bahwa penelitian sudah final, tidak ongoing, hanya demi sorak-sorai, hanya demi fanatisme, hanya demi bisa jadi kepentingan politik praktis,” ujarnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya