Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) dinilai lebih condong memberikan dukungan ke Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ketimbang mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden. Publik juga dinilai memikirkan hal serupa.
"Persepsi masyarakat secara umum memang melihat gestur politik Pak Jokowi dipersepsikan lebih dekat atau condong kepada Prabowo Subianto daripada ke Ganjar Pranowo," kata Direktur Eksekutif Para Syndicate Nurcahyo dalam telekonferensi pada Jumat, 20 Oktober 2023.
Pandangan masyarakat itu dinilai terjadi karena Jokowi lebih sering menampilkan sinyal dukungan ke Prabowo daripada Ganjar di muka publik. Persepsi itu disebut tidak bisa dipungkiri saat ini.
Baca juga: Koalisi Prabowo Tepis Isu Poros Baru
"Memang kuat sekali persepsi publik hari ini soal memang posisi politik Pak Jokowi yang memang lebih condong ke arah koalisinya Pak Prabowo, atau mendukung Pak Prabowo," ucap Nurcahyo.
Namun, persepsi itu bukan berarti Jokowi benar-benar mendukung Prabowo ketimbang Ganjar. Sebab, cuma Kepala Negara yang mengetahui arah politiknya saat ini.
Baca juga: Dukungan Golkar Mengerucut ke Satu Orang
"Ini soal persepsi, dan politik itu adalah soal persepsi. Bahwa faktanya seperti apa itu bisa penting, bisa juga tidak penting," ujar Nurcahyo.
Menurut Nurcahyo, dukungan politik dari Jokowi penting untuk mendapatkan elektabilitas. Dia mengutip hasil survei Litbang Kompas pada Agustus 2023.
Berdasarkan data yang didapatnya, suara Ganjar bakal naik 0,8 persen jika Jokowi memberikan dukungan kepadanya. Tapi, jika ke Prabowo bakal lebih tinggi lagi.
"Jika Pak Jokowi mengendorse Prabowo Subianto itu tambahan elektabilitasnya bisa 3,8 sampai 4 persen," kata Nurcahyo.
Suara 4 persen itu dinilai penting. Sebab, bisa menentukan kemenangan dalam Pemilu 2024. Meski kecil, angka itu tidak bisa disepelekan.
"Bagaimana sebetulnya faktor Jokowi berpengaruh terhadap arah dukungan capres cawapres," tutur Nurcahyo. (MGN/Z-7)
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Founder Gerakan Turun Tangan, Anies Baswedan, menyampaikan gagasan dan pemikirannya di depan seribuan anak muda dalam gelaran Turun Tangan Festival 2025.
Diketahui Anies sebelumnya dalam acara Dialog Kebangsaan di Padang menyatakan bahwa negara tidak boleh salah fokus pada proyek mercusuar yang membebani rakyat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved