Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR hukum pidana dari Universitas Trisakti, Azmi Syahputra, menyebut ada fakta rivalitas akut antara Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dan mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (YSL) secara personal. Kini terlihat seperti dalam fase saling diperiksa saling membuat jebakan.
“saling adu data, menjadikan bentuk korupsinya datang bertubi-tubi, menghantam negeri, akibatnya kekayaan negeri dilumat pejabat berdasi,” tegas Azmi kepada Media Indonesia, Selasa (10/10).
Rivalitas itu dimaknai Azmi karena adanya penegakan hukum KPK dalam menangani kasus korupsi di kementerian Pertanian tahun 2021 dibarengi dengan munculnya Pengaduan Masyarakat (Dumas ) ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pemerasan 12 Agustus 2023 oleh Ketua KPK pada Menteri Pertanian.
Baca juga: Firli Bahuri dan Segudang Permasalahan di KPK
“Inilah sebuah potret realitas kasus perbuatan pidana dalam menjalankan jabatan yang tampak diruang publik, apa yang menjadi tupoksi kok lain pula dengan perbuatan yang dilakukan para pejabatnya, mereka bekerja memberantas atau sekedar mencari celah?” tuturnya.
“Mereka kini berada dalam "pada posisi berlawanan, saling tuding, saling tangkis dan saling menjatuhkan,” terang Azmi.
Baca juga: Dugaan Pimpinan KPK Memeras, Nurul Ghufron Janji Hormati Proses Hukum
“Siapa yang nantinya ditetapkan sebagai tersangka? siapakah nantinya yang tak berkutik?,” tambahnya.
Maka, tindakan cepat tegas dan terukur penyidik Polda Metro Jaya sangat dinantikan untuk menyisir bukti dan pembuktiannya guna mengungkap peristiwa dan pelaku yang sebenarnya. “Aneh namun nyata para elit kok malah saling lapor, saling bertengkar yang semestinya mereka sebagai penyelenggara negara sinergis ngurus negeri ini,” ungkapnya.
Azmi menilai musuh utama pemberantasan korupsi adalah penyelenggara negara itu sendiri. Perilaku pejabat seringkali bertentangan dengan kewajibannya dan menyimpang dari norma dan aspirasi masyarakat. "Oknum elit yang terjerat korupsi tampak jelas cenderung cari keuntungan dan korup lewat kebijakan yang curang,” ucap Azmi.
Azmi mengemukakan fakta tersebut jadi refresentatif cacatnya penegakan hukum di Indonesia. Kelemahan integritas dan tata kelola dalam kepemimpinan KPK, bisa menjadi frozen law enforcement (penegakan hukum yang beku).
Maka, kasus dugaan pemerasan oleh Firli serta kasus dugaan korupsi Mentan perlu dibuktikan secara jelas dan tuntas. “Siapapun yang bersalah dan melakukan korupsi harus dimintai pertanggung jawaban hukum, karenanya jangan ada kompromi dalam kasus ini,” tandasnya. (Z-3)
PASCAPENETAPAN status tersangka terhadap Bupati Pati Sudewo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen langsung kunjungi Pati.
Hak menentukan hasil akhir ini sering kali disalahgunakan untuk mengakomodasi kepentingan politik atau materiil.
Transparansi di level daerah harus ditingkatkan secara radikal melalui pembagian kewenangan yang jelas antara pusat dan daerah.
Pemerintah juga meminta KPK memberikan dukungan untuk menyelesaikan proyek bangunan di Meikarta
Berdasarkan catatan KPK, Endin Samsudin sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK pada pukul 09.03 WIB.
KETUA Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad merespons kasus Bupati Pati Sudewo yang menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Amran menilai, praktik penyelundupan pangan sebagai tindakan yang mencederai kepentingan bangsa dan petani.
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan merehabilitasi 436,99 hektare lahan cabai di Sumatra Utara (Sumut) yang terdampak bencana banjir dan longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved