Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA riset internasional Ipsos Public Affairs menggelar rilis survei nasional terkait dinamika partai politik dan elektabilitas para tokoh potensial yang hendak berlaga dalam Pilpres 2024.
Baca juga: NasDem Harap PKS Segera Putuskan untuk Dukung Cak Imin
Hasilnya, mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo unggul dalam survei ini. Ganjar Pranowo mendapatkan elektabiltas 40,12%, disusul Prabowo Subianto 37,21% dan Anies Baswedan 22,67%.
"Bulan lalu survei kita Ganjar kalah dari Prabowo, dan survei kali ini Ganjar Pranowo rebound. Untuk Anies terjadi penurunan, Ganjar terjadi lompatan signifikan, Prabowo naik namun tipis," kata peneliti senior Ipsos Public Affairs, Arif Nurul Imam lewat keterangan yang diterima, Rabu (6/9).
Baca juga: PKB Bertandang ke NasDem, Cak Imin: Merapatkan Barisan Pemenangan
Meski demikian,sambung Arif, peta elektabilitas bakal capres masih akan bergerak dinamis, selain karena faktor ketokohan juga faktor lainnya seperti mesin politik, strategi kampanye, logistik dan lainnya.
"Wacana dibangunnya koalisi antara PPP dan Partai Demokrat tentu menarik dicermati. Jika mampu menambah dukungan partai lain, misalnya PKB membuat manuver sehingga Anies Baswedan tidak bisa maju,” ujar Arif.
Baca juga: PKB Beberkan Dua Alasan Utama Tinggalkan Gerindra
Survei ini dilakukan pada 22-27 Agustus 2023 di 24 provinsi Indonesia. Metode survei dilakukan dengan wawancara tatap muka langsung terhadap 1.200 responden. Adapun, margin of error yang diterapkan dalam survei ini sebesar sekitar 2,83% pada tingkat kepercayaan 95%.
Berdasarkan kalangan pemilih, Ganjar merndapatkan dukungan dari hampir semua responden dari berbagai usia. "Ganjar Pranowo menarik pemilih lebih banyak pada rentang usia 17-24 tahun, 25-39 tahun, dan 50-59 tahun sebesar lebih dari 42 persen sampai 47,9 persen pada masing-masing rentang usia," tandasnya.
Adapun Prabowo Subianto terlihat berhasil menarik dan mendominasi pemilih rentang usia 40-49 tahun 41,67% "Sedangkan pemilih usia 60 tahun ke atas diperebutkan sama banyak antara Anies Baswedan dan Prabowo Subianto (angkanya sekitar) 36,36 persen," imbuhnya. (RO/H-3)
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Acara Buka Puasa Bersama di Kantor DPP NasDem di Jakarta dihadiri Surya Paloh, Puan Maharani, Sufmi Dasco, Jusuf Kalla, dan Anies Baswedan.
Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menghadiri acara buka puasa bersama DPP NasDem
Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan menekankan pentingnya untuk menjalin silaturahmi antar tokoh politik bangsa.
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved