Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini calon pejabat yang mengaplikasikan politik uang saat kampanye bakal mencari pendapatan haram untuk mengembalikan modalnya. Buktinya diklaim sudah banyak.
"Para kepala daerah yang terjaring KPK dalam perkara korupsi tak lepas dari praktik balik modal," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata melalui keterangan tertulis, Selasa (29/8).
Alex menyebut sejumlah titik rawan bakal dimanfaatkan oleh pejabat yang melakukan politik uang untuk mencari cuan. Salah satunya pengelolaan barang milik daerah, serta pengadaan barang dan jasa.
Baca juga: KPK Sebut Politik Uang Bikin Pemenang Hitung-hitungan Cari Pengembalian Modal
Mereka yang bermain kotor kerap menerima suap maupun gratifikasi untuk memenangkan sejumlah pihak dalam pelelangan proyek demi mendapatkan duit tambahan. Ruang gelap sengaja dibuat untuk melancarkan aksi mereka.
"Pengadaan barang atau jasa dan proses perizinan kenapa begitu sulit, kenapa banyak pekerjaan konstruksi yang tidak beres, ya, karena tadi itu ada mark up, ada kualitas yang diturunkan untuk mengejar setoran," ucap Alex.
Baca juga: Firli: Pembebasan Indonesia dari Korupsi Kepentingan Bersama
Mahalnya biaya politik di Indonesia menjadi penyebab pencarian modal balik dengan cara haram dinekatkan. Apalagi, kata Alex, gaji kepala daerah tidak sepadan jika dibandingkan dengan ongkos yang sudah dikeluarkan.
"Biaya politik calon bupati atau wali kota rata-rata Rp30 miliar, sementara gaji bupati atau wali kota terpilih selama 5 tahun di bawah biaya politik. Begitu pula dengan biaya politik menjadi gubernur bisa mencapai Rp100 miliar," tutur Alex. (Z-3)
Ia pun berharap masyarakat tidak mudah lupa dan tetap kritis dalam menilai perilaku pejabat publik, terutama menjelang kontestasi politik pada 2029 mendatang.
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada seluruh pejabat negara agar bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. ia tidak akan segan menindak tegas
Pejabat di sektor eksekutif paling banyak belum menyerahkan LHKPN. Total, ada 81.344 dari total 333.734 penyelenggara negara.
DPR sebatas mengevaluasi dan merekomendasikan terkait hasil evaluasi tersebut ke instansi yang berwenang. Bisa Mahkamah Agung (MA) bahkan Presiden
PRESIDEN Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, (22/1)
PENELITI sekaligus Direktur Lembaga Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Network DJA, Adjie Alfaraby memaparkan data golongan putih (golput) yang mengalami kenaikan pada Pilkada 2024
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Pelaksanaan Pilkada langsung masih diwarnai berbagai praktik curang, termasuk politik uang.
PEMILIHAN anggota Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pada awal 2026 menyedot perhatian luas, sesuatu yang tidak terjadi pada proses pemilihan deputi gubernur sebelumnya.
Di saat pemilu berjalan kompetitif, kualitas demokrasi justru dinilai jalan di tempat atau bahkan mundur.
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved