Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Pencegahan Korupsi Mabes Polri Novel Baswedan mengomentari sengkarut yang terjadi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga Antirasuah itu dinilai sudah banyak masalah.
"Masalahnya adalah pemerintah dan DPR baik secara sengaja atau tidak sengaja telah menghancurkan KPK, sehingga pemberantasan korupsi menjadi bermasalah," kata Novel kepada wartawan dikutip Kamis (24/8).
Padahal, kata Novel, poin utamanya adalah pemberantasan korupsi merupakan hal penting yang tetap harus dilakukan. Namun, perubahan Undang-Undang KPK membuat lembaga itu semakin lemah. Ditambah lagi pemilihan pimpinan KPK yang bermasalah.
Baca juga: Novel Baswedan Setuju KPK Dibubarkan, Ganti Versi Baru
"Tidak punya semangat memberantas korupsi, bahkan diyakini banyak berbuat Korupsi," ujar mantan penyidik senior KPK itu.
Menurutnya, hal itu diperparah dengan semakin banyaknya praktek korupsi dengan nilai yang besar. Sehingga, berdampak pada kepercayaan publik terhadap pemberantasan korupsi yang rendah atau pesimis dan kepercayaan dunia usaha Internasional terhadap pemberantasan korupsi yang semakin turun. "Indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia turun drastis," ungkap Novel.
Baca juga: Permintaan Megawati Bubarkan KPK Dinilai Kontradiktif
Novel mengatakan ada komentar pemberantasan korupsi akan tetap berjalan karena ada jaksa dan polisi. Padahal, kata dia, pemberantasan korupsi harus dilakukan secara komprehensif yaitu dengan penindakan, pencegahan, dan pendidikan.
"Selain itu, harus ada lembaga yang dikedepankan untuk mengemban fungsi pemberantasan korupsi yang menyeluruh. Selama ini dilakukan oleh KPK," kata Novel.
Novel menyebut permintaan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri untuk membubarkan KPK adalah sindiran. Sebab, kerja KPK dinilai sudah tidak efektif. Justru bermasalah dengan banyaknya korupsi di internal KPK.
"Hal ini barangkali juga dilakukan oleh Ibu Megawati dengan memperbaiki posisi dasi Ketua KPK Firli Bahuri dalam acara di Gedung MPR beberala hari lalu, yang di mata publik itu mestinya diartikan sebagai ada yang salah dari pimpinan KPK dan perlu diperbaiki, bukan diberikan tambahan masa jabatan," tutur dia.
Novel meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan langkah untuk memperbaiki KPK. Menurutnya, bila kepala negara tidak mau lebih baik Lembaga Antirasuah itu dibubarkan.
"Tetapi kita harus mencermati bahwa tanggungjawab negara untuk memberantas korupsi harus tetap dilakukan walaupun dengan "alat" yang baru," ucapnya.
Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri mengungkap, pernah meminta Presiden Jokowi untuk membubarkan KPK. Lembaga Antikorupsi dinilai tidak lagi efektif.
"Saya sampai kadang-kadang bilang sama Pak Jokowi, sudah deh bubarin saja KPK itu Pak, jadi menurut saya enggak efektif," kata Megawati di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin, 21 Agustus 2023. (Z-3)
Apakah itu wujud pelampisan dendam atau strategi dalam menghadapi kasusnya? Atau, dia sekadar cari panggung dan menarik simpati?
tengah menelusuri pergerakan John Field (JF), pemilik PT Blueray Cargo, yang menjadi tersangka dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang KW di Bea Cukai.
Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan menemukan indikasi keterlibatan penyedia jasa pengiriman barang impor (forwarder) lain di luar PT Blueray Cargo dalam kasus dugaan suap Bea Cukai.
KPK menyatakan segera menelusuri para importir yang menggunakan jasa PT Blueray Cargo (BR) dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang tiruan alias KW di Ditjen Bea Cukai.
Peneliti SAKSI, Herdiansyah Hamzah, menegaskan besarnya tunjangan kinerja (tukin) hakim tidak menjamin peradilan bebas dari korupsi.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku siap untuk mengusut dugaan praktik suap atau gratifikasi terkait penanganan warga negara asing (WNA) asal Singapura berinisial TCL.
Meski ada kelemahan, Presiden menilai KPK sudah menjadi lembaga dan memiliki sistem yang bagus sehingga tidak perlu dibubarkan.
KPK mengaku prihatin dengan prestasinya yang sedang merosot. Wakil ketua KPK mengaku mereka tidak bisa kerja sendiri memberantas korupsi.
Pernyataan Megawati sama dengan permintaan para koruptor.
Harus dibuat KPK yang baru untuk benar-benar memberantas tindak pidana korupsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved