Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), Baihaki Sirajt mengatakan bahwa elektabilitas Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto di Jawa Timur (Jatim) kian melesat. Kedekatan Prabowo dengan Jokowi disebut sebagai faktor yang meningkatkan elektabilitas Prabowo.
“Ada faktor itu (endorse Jokowi),” kata Baihaki dalam keterangannya, Rabu (19/7).
Merujuk pada hasil survei yang dilakukan oleh ARCI pada 4-15 Juli 2023 dan melibatkan 1250 responden, terbukti, Prabowo mendapatkan dukungan tertinggi dari masyarakat Jatim. Prabowo berhasil unggul dari kandidat capres lain seperti Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.
Baca juga : Prabowo Dinilai Miliki Kompetensi Jaga Stabilitas Keuangan Negara
Dalam survei ARCI tersebut, Prabowo mendapatkan dukungan sebesar 33,7 persen, diikuti oleh Ganjar Pranowo yang mendapatkan suara sebanyak 30,5 persen dan Anies Baswedan dengan raihan suara 23,3 persen.
Baca juga : Puan tak Mempersoalkan Pertemuan Budiman Sudjatmiko dengan Prabowo
“Hasil survei ARCI dalam elektabilitas simulasi capres tiga nama, Prabowo Subianto unggul atas Ganjar dan Anies Baswedan. Tren Prabowo terus meningkat di Jatim,” lanjut Baihaki.
Baihaki menegaskan, tren elektabilitas Prabowo di Jatim kian meningkat. Seperti diketahui, pada akhir tahun 2022, elektabilitas menteri terbaik dan andalan Presiden Jokowi itu masih ada di angka 21,9 persen namun kini melesat menjadi 33,7 persen.
Tak cukup sampai disitu, faktor besar lain dari temuan ARCI adalah banyaknya pemilih dari kalangan Nahdliyin yang sangat besar di Jatim condong memilih Prabowo dibanding kandidat Capres yang lain. Hal itu menurutnya menjadi sebuah temuan yang menarik menjelang Pilpres 2024 bergulir.
“Faktor besar lain dari temuan kami adalah pemilih Nahdliyin yang sangat besar di Jatim cenderung memilih Prabowo dibanding dua nama lain,” tuturnya.
Masih dalam survei yang sama, Baihaki menemukan ada sebanyak 32,06 persen kalangan Nahdliyin yang memilih Prabowo. Lalu, diikuti Ganjar Pranowo yang mendapatkan dukungan sebesar 30,01 persen dan Anies Baswedan yang hanya mengantongi suara sebesar 17,4 persen. (Z-8)
Gibran yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Presiden berada di posisi ke empat dengan perolehan elektabilitas 4,8 persen.
Ibas-Puspa unggul telak sebesar 45,1% di atas margin of Error dengan petahana Budiman-Akbar yang hanya sebesar 38,3%, dan Pasangan penantang lainnya Isrullah-Usman sebesar 9,1%.
Elektabilitas pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen mengungguli Andika Perkasa-Hendrar Prihadi.
Pasangan calon nomor urut 2, Akhmad Gunadi Nadalsyah-Sastra Jaya dengan elektabilitas 58,0% masih mengungguli pasangan nomor urut 1, Gogo Purman Jaya-Hendro Nakalelo dengan 32,8%.
Elektabilitas pasangan calon (paslon) nomor urut 2, AlHaris-Abdullah Sani dengan 57,2%, masih unggul jauh dibandingkan pasangan nomor urut 1, Romi Hariyanto-Sudirman, yang hanya 26,7%.
Elektabilitas calon bupati (cabup) Bandung nomor urut 1, Sahrul Gunawan masih unggul dibandingkan rivalnya cabup Bandung nomor urut 2, Dadang Supriatna.
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo dicecar pertanyaan penyidik Polda Metro Jaya dengan 10 pertanyaan mendalam selama 2,5 jam di Mako Polresta Surakarta, Rabu (11/2).
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved