Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
POLITISI Partai Gerindra Desmond Mahesa menyebut partainya lebih percaya terhadap figur Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketimbang Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Hal tersebut ia lontarkan terkait janji manis politik yang tidak pernah ditepati PDIP kepada Gerindra.
“Kalau bicara PHP (pemberi harapan palsu) itu ya sudah sering kita di-PHP ya. Bukan PHP-nya Pak Jokowi saja banyak orang PHP Prabowo. Tapi semuanya lewat. Saya lebih percaya Jokowi dari pada Megawati. Sudah banyak Megawati bohongi Pak Prabowo,” cetusnya, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (23/5)
Desmond menyebut partainya sudah kebal dengan berbagai janji manis yang diberikan oleh berbagai elit politik kepada ketua umum mereka Prabowo Subianto. Desmond yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra ini mengatakan janji manis Menanggapi pertemuan yang dilakukan antara Prabowo dan putra Presiden Joko Widodo yang juga kepala daerah di Jawa Tengah Gibran Rakabuming beberapa hari lalu Desmond menyebut Prabowo memang dekat dengan siapapun.
Baca juga : Prabowo ke Pesantren Tebuireng: Cuma Mau Silaturahmi dan Nyekar
Namun pertemuan Prabowo dan Gibran tidak bisa langsung disimpulkan menjadi sinyal kemungkinan untuk keduanya diduetkan. Sebab hal itu nilainya masih sangat jauh untuk Gibran menjadi pasangan Prabowo Subianto.
“Kalau itu terlalu jauh. Kalau itu berupa sinyal ya belum tentu juga. Tapi kami ya semua orang yang memberi masukan terhadap Pak Prabowo apalagi kalau kita lihat Mas Gibran sangat akrab dengan Pak Prabowo saya pikir wajar saja nggak ada yang luar biasa,” jelasnya.
Baca juga : Prabowo Merasa Terdadak Dapat Dukungan Relawan Gibran
Desmond juga menyindir adanya pihak yang tidak menyukai pertemuan Prabowo dan Gibran. Padahal pertemuan itu wajar di tengah situasi politik yang masih dinamis sampai akhirnya ditetapkan pasangan calon untuk didaftarkan ke KPU.
“Jangan dua tiga kaki membuat negara ini jadi rusak. Apalagi seolah dengan isyarat kemarin Mas Gibran dengan Pak Prabowo kelihatan ada yang merasa kebakaran gitu. Ini yang terjadi kan. Wajar-wajar saja melihat politik ini dinamis,” ungkapnya.
Dia juga membantah jika terjadi deadlock terkait penetapan cawapres yang sejak awal sudah menjadi kesepakatan PKB dan Gerindra. Partainya akan menerima siapapun pilihan PKB untuk mendampingi Prabowo nantinya.
“Kalau ada yg bilang deadlock engga, tergantung kita saja nunjuk siapa. Kalau PKB menunjuk Cak Imin iya itulah wakil Pak Prabowo. Kalau PKB menunjuk yang lain ya itu wakil Prabowo. Asal dari usulan PKB,” imbuhnya. (Z-8)
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Meski Jokowi belum resmi menjadi kader, Raja Juli menyebut pernyataan mantan presiden itu sudah seperti ajakan terbuka kepada seluruh loyalisnya untuk bergabung.
Megawati Soekarnoputri menerima gelar doktor kehormatan (Honoris Causa) dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University (PNU) di Riyadh, Arab Saudi, Senin (9/2) waktu setempat.
Profil Megawati Soekarnoputri, Presiden RI ke-5 dan presiden perempuan pertama Indonesia, menelusuri perjalanan politik, kebijakan, dan warisan kepemimpinannya.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meluruskan pemahaman mengenai sistem politik Indonesia. Ia menguraikan sistem presidensial yang dianut Indonesia.
DI balik dinamika politik nasional, hubungan personal antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto tetap hangat.
KETUA Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa partainya tidak mengambil posisi sebagai oposisi terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Api Perjuangan Megawati harus menjadi motor penggerak penyelesaian isu-isu strategis di Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved