Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Sikap Partai NasDem yang berada di dua posisi dengan tetap konsisten mendukung pemerintahan Joko Widodo dan punya pilihan calon presiden (capres) lain untuk Pemilu 2024, dinilai sebagai suatu pilihan politik yang sah- sah saja.
Peneliti Senior Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Firman Noor mengatakan sikap politik itu tidak salah dan wajar dalam berpolitik.
Sikap yang diambil partai NasDem pun menurutnya tidak mengganggu jalannya pemerintahan yang sekarang ada sampai berakhir pada Oktober 2024
“Itu suatu pilihan politik yang sah-sah saja diambil parpol. Yang pasti memang NasDem tidak mengganggu pemerintahan saat ini dan tetap komit dan tetap memberikan yang terbaik untuk pemerintahan, kader terbaik dan pilihan partai tetap ada pada pemerintahan, tetap bekerja dan pilihan ada hak partai,” terangnya, Jumat (5/5).
Baca juga : Anies Jawab Kemungkinan Airlangga jadi Cawapresnya
Kebebasan partai politik menentukan pilihannya juga terjadi pada partai lain yang merupakan partai koalisi pemerintahan saat ini. Dalam perjalannya partai politik masih melakukan penjajakan sampai akhirnya keputusan final pilihan berkoalisi.
“Ini sebetulnya sama saja dengan partai sekarang juga belum pasti masih bongkar pasang dan dalam lingkup koalisi yang sama seperti KIB Gerindra sudah tidak bareng lagi. Jadi biasa saja sebetulnya tidak perlu ada pikiran yang aneh-aneh,” cetusnya.
Baca juga : Surya Paloh Kantongi Nama 5 Kandidat Cawapres Anies
Sedangkan Guru Besar Psikologi politik Universitas Indonesia Hamdi Muluk mengungkapkan sikap politik partai NasDem seharusnya tidak membingungkan psikologi pemilih. Dalam persepktif psikologi pemilih hanya memiliki binari yakni sikap apakah kita akan mendukung petahana ataukah pilihan lain atau alternatif.
“Sebenarnya psikologi pemilih itu hanya ada dua itu apakah dilanjutkan atau diganti, jadi cuma dua kubu sebetulnya. Jadi NasDem membuat publik pendukungnya bingung. Maka memang harus mempertimbangakan psikologi pemilih. Caleg juga butuh efek ekor jas, apakah challenger atau incumbent jadinya setengah-setengah. Buatlah kategori yang jelas,” ungkapnya.
Dia menilai sejak awal seharusnya NasDem bisa bersikap untuk mundur dari pemerintahan sebab jika dilihat dari fatsun Joko Widodo sebagai pengikat koalisi yang ada, namun dinamika politik menunjukan bahwa yang partai yang disatukan Jokowi sedang menjajaki koalisi untuk pilpres 2024.
“Dari penjajakan ini calon di antaranya partai koalisi dan bukan dari oposisi. ini harusnya NasDem memutuskan sikap politiknya dengan jelas. Kecuali NasDem mau pindah lagi tidak,” tukasnya. (Z-8)
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Founder Gerakan Turun Tangan, Anies Baswedan, menyampaikan gagasan dan pemikirannya di depan seribuan anak muda dalam gelaran Turun Tangan Festival 2025.
Diketahui Anies sebelumnya dalam acara Dialog Kebangsaan di Padang menyatakan bahwa negara tidak boleh salah fokus pada proyek mercusuar yang membebani rakyat.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menilai munculnya wacana dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 hal yang wajar.
PARTAI NasDem menanggapi santai langkah PAN yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 mendatang.
Pengurus DPC yang dilantik merupakan representasi dari desa dan kelurahan di kecamatan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
ANGGOTA Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, peringatan keras Presiden Prabowo atas kondisi tata kelola dan usaha BUMN ke belakang sebagai refleksi kegusaran.
MENJELANG Ramadan, kegelisahan sering muncul tanpa sebab yang jelas. Ada rindu yang tertahan, ada takut yang samar, dan ada rasa bersalah yang lama bersembunyi di dasar hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved