Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti melihat, tingginya angka kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung (Kejagung) karena adanya peningkatan kinerja di lembaga ini, jika dibanding waktu-waktu sebelumnya.
Peningkatkan kinerja termasuk langkah Kejagung dalam mengusut kasus besar yang menjadi perhatian publik.
Publik Soroti Kinerja dari Waktu ke Waktu
“Publik melihat perkembangannya (kinerjanya) dari waktu ke waktu. Jadi tidak dibandingkan dengan kinerja lembaga lain,” kata Ray, Senin (3/4).
Dan harus diakui, lanjut Ray, bahwa dari waktu ke waktu kinerja Kejaksaan Agung dalam pemberantasan korupsi bagus.
Baca juga: Kejagung Mau Anggotanya Duduki Jabatan di KPK
Kejaksaan Agung, kata Ray Rangkuti, banyak menangani kasus-kasus besar yang menjadi perhatian publik.
“Setidaknya ada tiga kasus besar yang mereka tangani. Dan masyarakat menginginkan Kejaksaan melakukan itu (pemberantasan korupsi, Red),” kata dia.
Sementara terkait dengan naiknya ketidakpercayaan terhadap KPK, menurut Ray, lebih disebabkan pada perilaku etik yang menjadi sorotan publik.
Pelanggaran Etika
Dikatakannya, sekalipun KPK mulai menangani sejumlah kasus korupsi, namun sejumlah kasus pelanggaran etika berpengaruh terhadap kepercayaan kepada KPK.
Baca juga: Sudah Tiga Minggu, Laporan Erick Thohir Ke Kejaksaan Agung Masih Status Lidik
“Jadi selain masalah penanganan korupsi kepercayaan publik juga dipengaruhi bagaimana mereka melihat perilaku yang bergelimang harta,” kata Ray, menyinggung soal adanya istri penyidik KPK yang pamer kekayaan di media sosial.
Jika secara etik anggota KPK sekarang tidak menjaga, seperti anggota KPK periode sebelumnya, menurut Ray, maka kinerja pemberantasan korupsi KPK, tidak akan ampuh untuk menaikkan citra KPK. “Kalau perilaku mereka tidak mencerminkan orang yang antikorupsi sulit menaikkan kepercayaan publik,” ungkapnya. (RO/S-4)
Kondisi perekonomian dan persaingan industri yang kurang kondusif sepanjang tahun 2025 menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kinerja.
PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) mencatatkan kinerja positif. Hingga November 2025, nilai penjualan produk yang dihasilkan mencapai Rp3,56 triliun lebih.
Kebijakan GSH merupakan langkah elegan sekaligus apresiasi kepada karyawan.
Transformasi dan kinerja positif tidak terlepas dari dukungan Danantara selaku pemegang saham seri B.
MENTERI Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan akan terus berusaha agar umat semakin dekat dengan ajaran agamanya.
Keberhasilan menyelamatkan aset negara sebesar Rp1,6 triliun menjadi catatan penting dalam pengawasan di sektor perekonomian.
Fakta persidangan telah membuktikan nilai Rp 2,9 triliun bukanlah kerugian negara. Nilai itu adalah pembayaran Pertamina atas penyewaan tangki BBM milik PT OTM.
Kejaksaan Agung (Kejagung) membeberkan review singkat atas persidangan dugaan rasuah pada pengadaan sistem Chromebook di Kemendikbudristek.
Tim kuasa hukum Martin Haendra Nata menegaskan bahwa seluruh tindakan kliennya dalam perkara tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina telah dijalankan sesuai prinsip GCG.
Anang mengajak masyarakat turut memantau semua proses RJ yang terjadi di Indonesia. Jika mengendus adanya transaksional, masyarakat diharap melapor.
Menurut Anang, perbedaan ini bukan masalah serius. Penyesuaian juga diyakini tidak akan lama.
Kejaksaan Agung membantah eksepsi Nadiem Makarim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved