Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA menjaga marwah kehomatan jabatan, Presiden Jokowi diminta mengakhiri aksinya menunjukkan dukungannya kepada calon presiden (Capres) yang dikehendakinya.
Permintaan itu disampaikan Ketua Bidang Politik Partai Ummat, Hilmi R. Ibrahim, menanggapi kehadiran Presiden Jokowi dengan lima Ketua Umum Parpol pendukung pemerintah di Jakarta..
Dalam pesan tertulis, Senin (3/4), yang disebutnya sebagai pesan damai Ramadan itu, Partai Ummat meminta Presiden agar tidak terlalu mendahulukan soal siapa yang akan menggantikannya pada 2024 nanti, dengan merujuk pada 1 kandidat yang diharapkan.
Baca juga: Partai Ummat Minta Pemerintah Jelaskan Transaksi Janggal Rp 349 Triliun
Sebagai seorang Presiden yang akan mengakhiri masa jabatannya, lanjut Hilmi, Jokowi justru diharapkan melapangkan jalan dan bersikap netral kepada siapapun yang dipilih oleh rakyat dan sejatinya Presiden itu milik semua golongan.
Tugas Presiden Pastikan Seluruh Program Berhasil
"Presiden tugasnya adalah memastikan seluruh program dan kebijakannya berhasil dan berahir dengan baik, sementara Presiden terpilih yang akan datang dapat melanjutkan, ataupun memperbaiki," ujar Hilmi.
Partai Ummat meminta agar Jokowi tidak usah terlalu khawatir atau ragu kalau bukan calon yang dikehendakinya menjadi presiden sehingga programnya tidak akan jalan.
Baca juga: Partai Ummat Jaring Bakal Capres, Nama Anies Baswedan Masuk
"Anggaplah program yang sudah dikerjakan selama 10 tahun itu sebagai legacy dan serahkan kepada masyarakat untuk menilai. Jangan terlalu memastikan siapa yang akan menggantikannya," pinta Hilmi.
Ketua Bidang Politik Partai Ummat itu menilah sikap Jokowi yang terlalu sering menunjukkan dukungan kepada Capres tertentu,
mencerminkan ketidak tahuannya tentang prinsip-prinsip demokrasi yang baik.
Dengan telah berkuasa selama hampir 10 tahun, lanjut Hilmi, mestinya presiden harus menjaga jarak yang sama terhadap kandidat yang lain. Tidak boleh ada satu kandidat yang didukung, dan ada kandidat yang tidak didukung.
"Presiden harus menjaga kehormatannya, dengan berdiri pada posisi yang sama untuk semua Capres," tutur Hilmi.
Baca juga: Ini Komentar Jokowi Terkait Penolakan Ganjar dan Koster
Hilmi mengingatkan sekaranglah kesempatan Presiden Jokowi untuk mengakhiri praktek-praktek politik yang tidak mendidik. Bukan hanya kepada masyarakat tetapi juga kepada kelembagaan demokrasi.
"Kalau Presiden masih mendukung Capres yang dikehendaki sesungguhnya itu di luar ekspetasi publik," ungkap Hilmi seraya menambahkan, pesan ini penting agar masyarakat itu sangat riang menghadapi proses Pilpres.
Partai Ummat, tegas Hilmi, mendorong agar Capres-Capres yang ada pada saatnya akan diuji oleh publik pada saat berdebat dalam menyampaikan gagasannya. Jangan sampai ada kesan ini Capres yang dikehendaki, ini yang tidak dikehendaki.
Hilmi mengaku mencemaskan kemungkinan munculnya dendam baru dari Capres yang tidak dikehendaki tapi justru memenangkan kontestasi, karena sikap Presiden Jokowi saat ini.
"Yang baik itu Presiden memberikan jarak yang sama dengan semua Capres. Tidak ada yang didukung atau yang tidak didukung sehingga dapat mempengaruhi obyektivitas instrumen pelaksana Pemilu," tutur Hilmi.
Untuk itu Partai Ummat mendesak Presiden Jokowi agar mengakhiri kegiatan-kegiatan mendukung capres tertentu.
"Tataplah demokrasi Indonesia ke depan. Jadikan Indonesia sebagai negara maju dalam berdemokrasi," pesannya seraya mengingatkan Presiden Jokowi agar meneladani
presiden yang terdahulu, yang tidak mencampuri urusan capres penggantinya. (RO/S-4)
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved