Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Partai NasDem telah melakukan simulasi guna mengetahui sosok yang tepat untuk menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Anies Baswedan.
"Kita sudah berdiskusi dan menyimulasikan bagaimana," ujar Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya di Jakarta, Jumat (31/3).
Ia mengatakan banyak tokoh yang telah berdiskusi dan memberi masukkan mengenai bagaimana kriteria yang cocok untuk menjadi pendamping Anies. Bahkan, beberapa diantara mereka juga memberi usulan nama.
Baca juga: Anies Bakal Kerja Keras Rebut Suara di Jateng dan Jatim
"Ada yang menyebutkan nama, ada yang menyebutkan kriteria. Artinya, bahwa kita juga diskusi. Jadi, kita tahu, kalau begini nanti bagaimana," terangnya.
Willy optimistis, dari berbagai masukan yang sudah dihimpun, pencarian figur bakal cawapres yang tepat bagi Anies akan semakin mudah.
Baca juga: Golkar Belum Ada Niat Dukung Anies Baswedan
"Siapa kira-kira yang akan mendampingi mas Anies, baru abis itu kita kerucutkan. Setelah itu kita bahas bersama dan kita laporkan kepada ketua umum partai politik di Koalisi Perubahan untuk Persatuan," ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Presiden ke-12 RI Jusuf Kalla juga berbicara soal kriteria bakal cawapres pendamping Anies Baswedan. Ia enggan mengusulkan figur tertentu. Kalla hanya berpesan bahwa sosok bakal cawapres mesti figur yang mampu mendongkrak perolehan suara.
"Pasti tergantung Pak Anies saja dan partai-partai koalisi mana yang cocok," ucap Kalla usai menghadiri Buka Puasa Bersama NasDem di NasDem Tower, Jakarta, Sabtu (25/3) pekan lalu. (Z-11)
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Founder Gerakan Turun Tangan, Anies Baswedan, menyampaikan gagasan dan pemikirannya di depan seribuan anak muda dalam gelaran Turun Tangan Festival 2025.
Diketahui Anies sebelumnya dalam acara Dialog Kebangsaan di Padang menyatakan bahwa negara tidak boleh salah fokus pada proyek mercusuar yang membebani rakyat.
Jebolnya tanggul baswedan membuat permukiman warga di sekitar Jati Padang, Pasar Minggu, mengalami banjir hingga mencapai 1 meter.
Berdasarkan data komparatif internasional, sistem campuran justru berisiko menimbulkan ketimpangan antara perolehan suara dan kursi di parlemen.
WACANA penerapan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pemilu nasional dinilai tidak bisa dipandang sekadar sebagai persoalan teknologi.
Pemerintah tengah mengkaji penerapan elektronik voting atau e-voting dalam pemilu. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan penerapannya tidak bisa tergesa-gesa.
Secara konstitusional, baik pemilihan langsung maupun melalui DPRD sama-sama dikategorikan sebagai proses yang demokratis.
Kodifikasi ini bertujuan menyatukan beberapa undang-undang yang selama ini terpisah menjadi satu payung hukum yang utuh.
Mada menjelaskan, musyawarah/mufakat hanya bermakna demokratis apabila memenuhi syarat deliberasi, yakni adanya pertukaran gagasan secara setara dan terbuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved