Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Raendi Rayendra sudah siap mewakafkan dirinya untuk warga Kota Bogor melalui kontestasi Pilkada 2024. Pria yang tumbuh di Kota Hujan ini ingin menjadikan Kota Bogor; “Sehat Warganya, Glowing Kotanya.”
“Saya ingin mengabdi dan berkontribusi lebih banyak lagi untuk Kota Bogor,” ucap dokter Rayendra, Kamis (16/4)
Sejatinya, Rayendra sudah nyaman dengan profesi yang dilakoninya baik sebagai dokter spesialis yang memiliki tiga klinik dan dosen di UIN Jakarta. Namun, “pengabdian” yang dilakoni saat ini masih dalam ruang lingkup kecil.
Baca juga: Sukses di Bisnis Properti, Chandra Gani Bersiap Maju di Pilkada Manado
“Niat saya sebetulnya cuma satu, pengabdian. Sebagai dokter sudah mengabdi. Tapi menurut hati saya, mengabdinya masih di-scope kecil. Insya Allah, (keputusan) saya udah bulat. Saya akan melayani warga Kota Bogor,” tegas lulusan doktor IPB University ini.
Pria yang tumbuh besar di Kota Bogor ini terjun ke dunia politik dengan mengusung slogan “Bogor Glowing.” Apa maknanya?
Baca juga: Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah Masih Bisa Ikut Pilkada 2024
“Dalam arti luas, glowing itu artinya bersih. Kalau kulit, mengkilat. Jadi pada dasarnya, saya ingin Bogor kian glowing dalam segala bidang,” papar dokter spesialis kulit ini.
Kata ‘glowing’ pun dijabarkan dalam sejumlah program unggulan dokter Rayendra bila diamanahkan memimpin Kota Bogor kelak. Huruf G adalah Gerakan Bogor Sehat. Program ini sudah termasuk akses kesehatan terjangkau, dan program 1 kelurahan 1 dokter.
“Kemudian huruf L adalah program laju pertumbuhan infrastruktur hingga ke tingkat kelurahan,” papar Rayendra.
Sementara huruf O adalah operasi pasar murah dalam hal menjamin ketersediaan bahan pokok. Huruf W adalah workshop untuk anak muda dalam menciptakan industri kreatif.
Lalu huruf I yakni inovasi digital untuk pelayanan publik yang berbasis artificial intelligence (AI). Huruf N dijabarkan dalam program keagaamaan yakni, nilai religius, budata lokal, dan toleransi yang terus terjaga.
“Terakhir huruf G, adalah Gempita. Program ini berupa gerakan memakai produk anak muda Kota Bogor,” demikian dokter Rayendra.
Ngariung Sehat
Keinginan dokter Rayendra membawa Kota Bogor Sehat dan Glowing sudah direalisasikan sejak dini. Salah satunya melalui aksi sosial ‘Ngariung Sehat’.
Silaturahmi yang menyasar rumah-rumah warga ini berisi edukasi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Selain itu, founder Rayendra Dermatology & Aesthetic Center ini kerap memotivasi warga Kota Bogor untuk terus mengembangkan potensi diri.
Aksi sosial itu pun menuai respon positif dari warga. Buktinya, ada begitu banyak warga yang hadir dan pro aktif dalam sesi tanya jawab.
“Saya percaya jika apapun yang kita kerjakan dengan penuh keikhlasan, kerja keras, dan hati yang tulus pada akhirnya akan membuahkan hasil yang baik,” tandas dia. (Z-10)
Peneliti BRIN Siti Zuhro, yang hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan pembahasan pilkada tidak langsung tidak hanya berkaitan dengan mahalnya biaya politik.
Pelaksanaan Pilkada langsung masih diwarnai berbagai praktik curang, termasuk politik uang.
Selama korupsi kepala daerah hanya dipandang sebagai kasus sporadis tanpa menyentuh akar permasalahan, praktik lancung ini akan terus berulang.
Dalam situasi tersebut, kemunculan partai baru justru memunculkan tanda tanya besar soal tujuan pendiriannya.
Pembaruan UU Pemilu merupakan mandat yang telah diberikan pimpinan DPR RI kepada Komisi II untuk dibahas secara mendalam.
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
PRESIDEN Prabowo Subianto dijadwalkan kembali mengumpulkan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk menjalani retret di kediaman pribadinya, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, meminta seluruh kepala daerah untuk turun langsung mengawal kebijakan
Wamendagri, Bima Arya, memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai inovasi yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Kupang dalam kunjungannya ke Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Kupang.
Saat ditanya apakah Sudewo bakal dipanggil ke Kemendagri, Bima menyebut pihaknya masih melakukan komunikasi.
Opsi pemilihan kepala daerah tersebut harus didalami serius oleh lintas kementerian
Pemerintah dan DPR sebagai pembentuk undang-undang sudah melakukan proses revisi Undang-Undang Pemilu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved