Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi I DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusumah mengapresiasi dan mendukung rencana Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdurachman yang akan memprioritaskan kalangan santri menjadi Anggota TNI.
Hal itu, menurutnya, kian membuktikan bahwa KSAD Jenderal Dudung memiliki kepedulian terhadap ulama, ustaz, habaib, santri, dan pesantren.
“Saya sudah mengusulkan secara khusus untuk santri diprioritaskan menjadi Anggota TNI,” ujar Rizki.
Ia pun mengaku bahwa dirinya setuju dengan ucapan Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang melabelkan KSAD Dudung sebagai jenderal santri. Selain itu, dirinya mendukung hal yang digalakkan Jenderal Dudung selama itu untuk kepentingan bangsa Indonesia.
“Selama itu positif untuk rakyat saya mendukung apa yang dilakukan Pak KSAD Dudung,” ungkap Politisi Partai Demokrat itu.
Baca juga : Gobel Tinjau Fasilitas Pengujian Kendaraan Bermotor di Hongaria
Rizki menilai, kegiatan keagamaan dan kemanusiaan yang dilakukan KSAD Dudung selama ini perlu didukung semua kalangan. Terlebih menurutnya, Dudung cukup peka dalam melihat realitas sosial kemanusiaan. Sebagai prajurit, menurutnya, Dudung tidak hanya latihan fisik tapi juga kerap melakukan latihan spiritual guna membantu keselamatan bangsa.
“Kalau latihan fisik itu latihan sehari-hari bagi Beliau. Tidur pun latihan. Malah bagus kalau menggelar pengajian. Tidak masalah. Itulah kehebatan Pak KSAD. Selain Beliau mengadakan latihan fisik sebagai tugas TNI, Beliau memiliki keunikan khusus, dalam arti memiliki tanggung jawab moral untuk menyelamatkan, memberikan dukungan moral melalui spiritual,” jelasnya.
Rizki juga berharap KSAD Dudung berkunjung ke pesantren, menjalin silaturahmi dengan ulama, ustad, santri dan habaib. Hal ini dianggap sangat penting untuk menjaga Indonesia dari segala macam bentuk potensi ancaman keamanan dan pertahanan.
“Beliau memiliki tugas, memiliki peran ganda yang harus memikirkan pesantren karena santri menjadi ujung tombak kemerdekaan Indonesia melawan penjajah,” pungkasnya. (RO/OL-7)
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak merespons perihal rencana pengiriman pasukan perdamaian menyusul bergabungnya Indonesia dalam BoP.
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Presiden menekankan kekuatan pertahanan tidak hanya menjadi simbol kedaulatan, tetapi juga kunci untuk melindungi kekayaan alam bangsa.
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak meminta dibuktikan apabila ada prajurit melakukan dugaan intimidasi terhadap penulis kolom opini Detik.com.
ANGGOTA Komisi I DPR Oleh Soleh mendesak adanya investigasi menyeluruh terhadap kasus ledakan dalam kegiatan pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Garut. Komisi I ingin memanggil panglima TNI
Jenderal Agus Subiyanto memutasi 237 perwira tinggi TNI dari tiga matra. Letjen Kunto Arief Wibowo dimutasi menjadi Staf Khusus KSAD.
KASUS penyiraman air keras aktivis KontraS Andrie Yunus didesak agar dibawa ke peradilan militer karena melibatkan anggota TNI sebagai pelaku.
PUSAT Bantuan Hukum Asosiasi Advokat Indonesia mendesak Presiden Prabowo Subianto membentuk tim pencari fakta kasus penyiram air keras Akivis Kontras, Andrie Yunus
kasus dugaan penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus dan keterlibatan oknum TNI dalam kasus ini menjadi ujian bagi kredibilitas sistem peradilan militer di mata publik.
Margarito menekankan bahwa dalam negara hukum demokratis, aspek utama yang harus dijunjung adalah profesionalisme aparat penegak hukum.
Kementerian HAM mengatakan kasus penyiraman air keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus memiliki dimensi strategis, menjadi perhatian luas publik sekaligus sorotan internasional
GURU Besar Unpad Muradi mengapresiasi kerja Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Puspom TNI) menahan empat personel Bais TNI terduga pelaku penyiraman air keras Andrie Yunus
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved