Jumat 18 November 2022, 20:26 WIB

Cabut Keterangan di BAP, Teddy Minahasa Sebut 5 Kg Sabu Masih di Kejaksaan

Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum
Cabut Keterangan di BAP, Teddy Minahasa Sebut 5 Kg Sabu Masih di Kejaksaan

Antara
Tersangka kasus peredaran narkoba Irjen Teddy Minahasa.

 

PENGACARA Irjen Teddy Minahasa, Hotman Paris Hutapea, mengungkapkan bahwa kliennya telah mencabut keterangan di berita acara pemeriksaan (BAP), yang sebelumnya diberikan saat menjadi tersangka dan saksi terkait kasus peredaran narkoba.

Diketahui, Teddy Minahasa ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus peredaran narkoba. Dia juga diperiksa sebagai saksi atas tersangka eks Kapolres Bukittinggi AKBP Doddy Prawiranegara dan Linda. 

Hotman menyebut kliennya telah mencabut seluruh keterangan. Sebab, meyakini bahwa barang bukti narkoba dalam perkara ini tidak berkaitan dengan kliennya. 

Menurutnya, barang bukti sabu seberat 5 kilogram (kg) dari 41,4 kg yang sempat hilang dan diduga diedarkan atas perintah kliennya, ternyata berada di kejaksaan.

Baca juga: Kejati DKI Kembalikan Berkas Perkara Irjen Teddy Minahasa

"Setelah dicek semua barang bukti yang dianggap 5 kg diedarkan itu, masih utuh disimpan oleh kejaksaan sebagai bukti dalam persidangan terdakwa di Bukittinggi," jelasnya, Jumat (18/11).

Oleh karena itu, Hotman menyebut barang bukti yang ditemukan di rumah AKBP Dody Prawiranegara dan Linda tidak berkaitan dengan kliennya. Dia pun memastikan bahwa kliennya tidak mengetahui keberadaan narkoba tersebut.

“Diduga mereka memperjualbelikan barang lain yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan Teddy Minahasa. Ada barang Lain yang Teddy tidak tahu,” imbuh Hotman.

Pihaknya pun siap menghadapi lanjutan proses hukum, jika Teddy Minahasa tetap dijadikan tersangka atas peredaran gelap narkoba. "Mudah-mudahan kejaksaan dalam P19 nanti setelah melihat perkembangan ini, harus mem-BAP ulang untuk Teddy Minahasa,” tuturnya.

Baca juga: LPSK Tak Acuhkan Pengacara Teddy Minahasa Hotman Paris

Diketahui, perkara ini bermula dari Polres Jakarta Pusat yang menangkap HE dan MS dengan barang bukti sabu yang dikemas dalam dua buah kantong plastik dengan berat 44 gram. Setelah dikembangkan, HE dan MS mendapatkan sabu dari seseorang bernama Abeng.

Setelah Abeng ditangkap, lalu diakui sabu itu diperoleh dari anggota Polres Metro Jakbar Aipda Achmad Darwawan. Dalam pengembangan, Achmad diduga mendapatkan sabu dari Kapolsek Kalibaru Kompol Kasranto. Untuk mendapatkan barang sabu itu, Kasranto berhubungan dengan anggota dari anggota Polsek Tanjung Priok Aiptu Janto Situmorang.

Kasranto mangaku mendapatkan sabu tersebut dari wanita berinisial L alias Linda. Linda kerap bertemu dengan tersangka A. Petugas lalu melakukan penggeledahan di kediaman di Kebon Jeruk dan menemukan 1 kg sabu.

Baca juga: Mantan Kapolri Minta Anggota Polri Bergaya Hidup Merakyat

Dari pengakuan A dan L, masih ada barang haram lagi yang disimpan mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara. Petugas akhirnya menemukan barang bukti sabu seberat 2 kilogram dari tangan Dody. 

Pun, Dody diduga sebagai penghubung antara A dan L dengan eks Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa yang diduga sebagai pengendali BB 5 kg sabu dari Sumbar.

Kemudian, tersangka DG diduga berperan sebagai pengedar sabu-sabu yang dikendalikan oleh Irjen Teddy Minahasa. Dia diduga telah mengedarkan 1,7 kilogram sabu-sabu ke Kampung Bahari, Jakarta Utara.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 juncto Pasal 55 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau hukuman minimal 20 tahun penjara.(OL-11)

 

Baca Juga

DOK MI

KPU Wajib Cermati Hal Teknis

👤Putra Ananda 🕔Jumat 02 Desember 2022, 22:45 WIB
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) diminta mencermati hal teknis terkait penyelenggaraan tahapan Pemilu 2024...
MI/Susanto

Kejagung Periksa Pejabat Pemkab Serang Usut Rasuah Waskita Beton

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 02 Desember 2022, 21:12 WIB
Salah satu pejabat yang diperiksa berinisial TEMS selaku Sekretaris Daerah Pemkab Serang. Dua saksi lainnya berinisial HS dan...
dok.ist

Eros Djarot: Perintah Jokowi Berantas Mafia Tanah Tegas dan Jelas Kok

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 02 Desember 2022, 21:05 WIB
KETUA Gerakan Bhinneka Nasionalis, Eros Djarot menilai Presiden Jokowi dipermalukan oleh komplotan mafia tanah.Sebab perintah presiden...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya