Rabu 09 November 2022, 12:05 WIB

Usai Diberi Arahan Jokowi, Keberanian Kapolri Diuji Tindak Tegas Kabareskrim

Usai Diberi Arahan Jokowi, Keberanian Kapolri Diuji Tindak Tegas Kabareskrim

Antara
Kapolri Jenderal Listyo Sigit

 

PAKAR hukum pidana, Faisal Santiago menilai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sedang diuji untuk menjalani arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar berani menindak anggota Polri yang diduga melakukan pelanggaran tanpa pandang bulu.

Beredar dokumen laporan hasil penyelidikan (LHP) Divisi Propam Polri adanya penambangan batu bara ilegal di wilayah Polda Kalimantan Timur. Temuannya itu diduga terjadi pelanggaran yang dilakukan oknum anggota Polri dan pejabat utama Polda Kalimantan Timur.

Salah satu nama yang disebut-sebut diduga menerima uang koordinasi kegiatan penambangan batu bara ilegal adalah Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto. Hal itu terungkap dari keterangan mantan anggota Satuan Intelkam Polresta Samarinda Ismail Bolong.

Faisal menjelaskan laporan hasil penyelidikan yang diserahkan Kepala Divisi Propam Polri, saat itu dijabat Ferdy Sambo kepada Kapolri Nomor: R/1253/WAS.2.4/2022/IV/DIVPROPAM, tanggal 7 April 2022 sah sepanjang dilakukan sesuai prosedur yang berlaku di Polri.

“Ini saatnya polisi harus membangun citra kembali untuk mendapat dukungan dari masyarakat sebagai pelindung dan pengayom. Ketegasan dan keberanian sangat diperlukan dalam hal ini,” kata Faisal.

Menurut dia, Presiden Jokowi sudah sering memerintahkan Kapolri untuk bertindak tegas kepada jajarannya yang melakukan pelanggaran hukum. Bahkan, kata dia, Presiden Jokowi sudah mengumpulkan seluruh Kapolres, Kapolda hingga pejabat utama di lingkungan Mabes Polri.

“Presiden sudah seringkali memerintahkan ke Kapolri untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu dan jangan takut. Itu juga sudah diingatkan kembali oleh Presiden waktu mengumpulkan para pejabat polisi di Istana,” jelas Guru Besar Hukum Universitas Borobudur ini.

Video testimoni Ismail Bolong sempat beredar di media sosial. Ia menyebut Agus menerima setoran uang Rp6 miliar dari hasil tambang ilegal

Belakangan, Ismail mencabut tudingan itu. Dalam bantahannya, Ismail mengatakan apa yang dia tuduhkan dalam video testimoninya tak benar. Dia pun mengaku tak mengenal Agus.

Ismail justru mengatakan bahwa ia melontarkan tuduhan ke Agus atas tekanan dari eks Kepala Biro Pengamanan Internal Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Brigjen Hendra Kurniawan. Ia mengaku video itu dipaksa Hendra. Hendra kini menjadi terdakwa dalam kasus pelanggaran etik penyidikan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. 

Adapun Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mendesak agar tim khusus Polri harus meminta keterangan semua pihak yang disebut dalam video itu.

"Sebab, semua ini kalau dilakukan oleh Kapolri, maka kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat,” ujar Sugeng.

Sugeng menambahkan, untuk efektivitas kerja tim khusus dalam mengungkap kasus ini, Kapolri segera menonaktifkan Agus Andrianto. (Ant/OL-8)

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

LSI: Ganjar, Anies dan Prabowo Akan Berebut Pemilih Jokowi

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Rabu 30 November 2022, 15:30 WIB
Djayadi mengatakan elektabilitas ketiga tokoh itu relatif sengit. Tidak ada sosok yang lebih...
ANTARA FOTO/Fauzan

Bharade E Ceritakan Eksekusi Brigadir J dengan Emosional

👤Irfan Julyusman 🕔Rabu 30 November 2022, 15:14 WIB
Richard menjelaskan bahwa saat itu, Yosua didorong oleh Ferdy Sambo setelah memasuki rumah dinas sehingga posisi Yosua berhadapan dengan...
MI /ADAM DWI

MK Kabulkan Gugatan UU Pemilu, Eks Napi Boleh Nyaleg Setelah 5 Tahun

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 30 November 2022, 14:48 WIB
MK tetap memperbolehkan eks Napi korupsi tetap nyaleg dengan syarat telah melewati jangka waktu lima tahun setelah mantan terpidana selesai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya