Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Kapolri Instruksikan Pengejaran Pelaku Penembakan Pesawat Smart Air di Papua

Golda Eksa
13/2/2026 14:15
Kapolri Instruksikan Pengejaran Pelaku Penembakan Pesawat Smart Air di Papua
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo .(Antara-HO)

KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan telah memerintahkan jajarannya untuk memburu kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang melakukan penembakan terhadap pesawat Smart Air di Korowai, Boven Digoel, Papua Selatan. Insiden yang terjadi pada Rabu (11/2) tersebut kini menjadi prioritas penanganan keamanan di wilayah tersebut.

“Kami tentunya sudah memerintahkan untuk jajaran kita yang ada di sana untuk melakukan pengejaran, pendalaman karena identitasnya kita juga sudah memiliki gambaran,” ujar Kapolri saat ditemui di kawasan Jakarta Barat, Jumat (13/2).

Sinergi TNI-Polri demi Keamanan Warga
Mantan Kabareskrim itu juga menekankan pentingnya kehadiran aparat untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat setempat. Kapolri meminta seluruh jajaran untuk menuntaskan kasus ini sesegera mungkin guna mencegah aksi serupa terulang kembali.

“Kami minta supaya peristiwa-peristiwa yang terjadi di beberapa hari ini, TNI dan Polri bersinergi untuk mencegah agar jangan sampai terjadi peristiwa-peristiwa selanjutnya,” imbuhnya.

Identitas Pelaku
Secara terpisah, Kepala Operasi (Kaops) Satgas Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramadhani mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku penembakan berasal dari dua kelompok yang berbasis di Yahukimo.

"Memang dari penyelidikan terungkap bahwa pelaku penembakan adalah KKB Kelompok Kanibal dan Semut Merah yang merupakan kelompok asal Yahukimo," terang Faizal. Ia menambahkan bahwa kelompok tersebut dipimpin oleh Elkius Kobak.

Saat ini, Satgas Damai Cartenz telah mengerahkan tim khusus untuk melakukan penegakan hukum dan mengejar para pelaku ke titik persembunyian mereka. Faizal memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil akan dilakukan secara terukur dan profesional.

"Penyelidikan dan penegakan hukum akan dilakukan secara terukur dan profesional guna melindungi dan memulihkan serta memberikan rasa aman masyarakat," tegasnya.

Insiden penembakan tersebut menimpa pesawat Smart Air saat baru saja mendarat di Lapangan Terbang Korowai. Pesawat yang terbang dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, itu tercatat membawa 13 orang penumpang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Papua Selatan tersebut. (Ant/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya