Minggu 30 Oktober 2022, 16:53 WIB

Kompolnas Dalami Diagram Pemerasan Kasus Richard Mille

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Kompolnas Dalami Diagram Pemerasan Kasus Richard Mille

Medcom
Ilustrasi

 

KOMISI Kepolisian Nasional (Kompolnas) angkat bicara soal dugaan keterlibatan Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Andi Rian Djajadi dan beberapa personel polisi dalam aksi pemerasan terhadap Tony Sutrisno, pelapor penipuan transaksi arloji Richard Mille.

Pemerasan itu terungkap bermula setelah sebuah diagram yang menampilkan nama mantan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Irjen pol Andi Rian dan beberapa perwira kepolisian beredar di media sosial. Tidak lama berselang, pelapor kasus tersebut membenarkan adanya aksi pemerasan terhadap dirinya.

Komisioner Kompolnas Yusuf Warsyim mengatakan diagram dan kasus pemerasan itu harus ditelusuri kebenarannya secara serius. Ia mengaku pihaknya akan mendalami informasi tersebut kepada Inspektorat Pengawasan Umum dan Divisi Propam Polri. 

Jika korban membenarkan adanya pemerasan, kata Yusuf, aduan dan diagram tersebut akan menjadi sumber informasi untuk menelisik lebih jauh tindak penyimpangan wewenang Andi Rian Djajadi dan beberapa anak buahnya.

"Jika pelapor (korban) membenarkan isi bagan (diagram), tentu ini penting untuk didalami dan kita akan mencoba koordinasikan dengan pihak pengawas internal, baik inspektorat pengawasan umum atau terkait pengawasan etika profesi di propam," kata Yusuf Warsyim saat dihubungi wartawan, Minggu (30/10).

Yusuf mengatakan sudah menjadi tugas Kompolnas untuk mengawasi dan memantau kinerja anggota kepolisian, sehingga aduan korban terhadap tindak pemerasan yang dilakukan oleh oknum polisi akan segera ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

"Kompolnas, sebagai pengawas fungsional yang menilai dan memantau kinerja Polri, akan mengoordinasikan adanya bagan-bagan semacam ini ke pihak pengawas internal," katanya.

Ia juga berharap pihak korban bisa mengadukan laporannya lebih lanjut. Pasalnya, kasus ini sudah menjadi konsumsi publik dan harus segera diurus agar kepercayaan publik kepada lembaga kepolisian kembali pulih.

Yusuf juga berjanji akan tetap memantau dan segera berkoordinasi kepada pihak internal polisi agar kasus yang menyeret nama Andi Rian Djajadi bisa diselesaikan secepat mungkin. 

"Dengan adanya informasi seperti ini tentu kami akan komunikasi ke pengawas internal mengenai kasus ini, kita akan pantau kasus ini karena menjadi perhatian publik," tegasnya.

Untuk diketahui, sebuah diagram atau bahan yang berisi informasi dugaan pemerasan terhadap korban penipuan jam tangan Richard Mille, beredar di media massa.

Korban, yakni Toni Sutrisno, diduga telah diperas sebesar Rp3,7 Miliar dengan iming-iming kasus penipuan dan penggelapan arloji mewah Richard Mille dapat diselesaikan secara cepat.

Ketika dikonfirmasi oleh wartawan, Tony hanya berharap agar kasus pemerasan yang menimpa dirinya dapat diselesaikan sesuai prosedur hukum dan kasus penipuan jam tangan Richard Mille dapat diproses secara adil dan transparan.

Hingga berita ini ditulis, Irjen Andi Rian Djajadi belum menjawab permintaan konfirmasi atas tudingan pemerasan yang menyeret namanya tersebut. (RO/OL-1)

Baca Juga

dok.ant

Zulhas Ungkap Hampir Semua Kader PAN Usul Ganjar Capres 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 02 Desember 2022, 15:40 WIB
KETUA Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkilfi Hasan atau Zulhas mengungkap hampir semua kader PAN mengusulkan Gubernur Jateng Ganjar...
ANTARA FOTO/Fauzan

LPSK: Tak Ada Maksud Lain Bharada E Cerita Soal Perempuan di Rumah Sambo

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Jumat 02 Desember 2022, 15:24 WIB
Sementara, kubu terdakwa Ferdy Sambo menuding Bharada E mengarang kesaksiannya. Mereka akan menguji keterangan Bharada E...
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Proses Etik Dua Hakim Agung Tersangka Suap KPK Sudah Berjalan

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 02 Desember 2022, 14:56 WIB
KY tidak ingin mengabaikan kualitas dan proses penegakan hukum tersebut dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya