Rabu 28 September 2022, 20:29 WIB

Didesak Bujuk Lukas Enembe, Demokrat Mengaku Belum Bisa Berkomunikasi

Anggi Tondi Martaon | Politik dan Hukum
Didesak Bujuk Lukas Enembe, Demokrat Mengaku Belum Bisa Berkomunikasi

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Demokrat Didik Mukrianto

 

PARTAI Demokrat mengaku belum mengetahui secara rinci duduk permasalahan kasus korupsi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe. Upaya komunikasi dengan Ketua DPD Demokrat Papua itu masih terus dilakukan

"Demokrat selama ini juga tengah berupaya untuk melakukan komunikasi dengan pihak Pak Lukas," kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Demokrat Didik Mukrianto kepada Medcom.id, hari ini.

Demokrat mengaku ingin mendapat penjelasan langsung dari Lukas. Namun, hal itu belum bisa dilakukan karena tidak berkomunikasi dengan Lukas. "Untuk mencari tahu duduk persoalannya dan mencari solusi terbaik. Isu apapun menyangkut papua selalu menjadi isu sensitif, kami ingin memilah agar penegakan hukum ini bebas dari nuansa politik," ungkap dia.

Baca juga: Eks Panglima OPM Tunggu Ketegasan Penegak Hukum Terkait Lukas Enembe

Selain itu, Didik tak menanggapi saran Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) yang meminta Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono membujuk Lukas memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dia hanya menyebut Demokrat konsisten mendukung upaya penegakan hukum. "Terkait kejadian yang menimpa Pak Lukas Enembe, Demokrat mempersilahkan KPK menangani dugaan korupsinya seturut aturan hukum yang berlaku," sebut dia.

Dia menegaskan pemberantasan korupsi harus tunduk pada yuridiksi hukum negara. Upaya tersebut harus bebas dari kepentingan politik.

"Yang perlu kita kawal agar penegakan hukum terbebas dari kepentingan apapun termasuk kepentingan politik," ujar dia.(OL-4)

Baca Juga

Antara

Saksi Sebut Alokasi BLT Migor Bukan Kerugian Negara

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 22:12 WIB
Haula mengatakan, metode input output atau IO tidak tepat untuk penghitungan kerugian perekonomian...
DOK MI.

Selain Ismail Bolong, Ada Dua Tersangka Lain di Kasus Tambang Ilegal

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Kamis 08 Desember 2022, 21:24 WIB
Serupa dengan Ismail, Rinto juga berperan mengatur aktivitas tambang...
MI/Susanto

KY segera periksa etik Hakim Agung Gazalba Saleh

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 08 Desember 2022, 21:14 WIB
Kasus yang menjerat GS merupakan pengembangan dari kasus dugaan yang sebelumnya menjerat Hakim Agung Sudrajad Dimyati (SD) dan kawan-kawan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya