Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Komunikasi dan Informatika Johnny Gerald Plate mengungkapkan pemerintah akan membentuk emergency response team, yang terdiri dari BSSN, Kemkominfo, Polri dan BIN.
Tim tersebut akan bertugas untuk mencegah terjadinya serangan siber oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, sekaligus menjaga tata kelola data secara baik.
"Perlu ada emergency response team untuk menjaga tata kelola data yang baik di indonesia dan juga untuk menjaga kepercayaan publik," ujar Johnny selepas mengikuti rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/9).
Dalam rapat tersebut, Johnny mengakui ada kebocoran data oleh aksi Bjorka. Namun, itu hanya data-data yang bersifat umum. Tidak ada data spesifik atau terbaru yang diretas dan dibocorkan.
Baca juga: Bjorka Makin Agresif, KPU Yakin Penegak Hukum Dapat Ungkap Pelaku
"Di rapat dibicarakan memang ada data-data yang beredar oleh salah satunya Bjorka, tetapi setelah ditelaah sementara, itu data-data umum, bukan data-data spesifik atau ter-up date," tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa aksi peretasan dan pencurian data adalah tindakan kriminal yang tidak dapat dibernarkan apapun alasannya.
"Ini harus kita jaga bersama-sama. Berbeda pendapat itu normal dalam demokrasi, namun saat ada kepentingan negara yang dilanggar, mari kita jaga kekompakan," tandasnya.(OL-4)
Sebanyak 88,5% serangan bertujuan untuk mendapatkan nama pengguna (username) dan kata sandi (password) dari berbagai akun daring.
Di tengah kondisi tersebut, teknologi pemantauan skor kredit seperti SkorKu menjadi relevan.
PELINDUNGAN data pribadi merupakan fondasi utama ekonomi digital. Kepercayaan digital adalah mata uang baru dalam ekonomi berbasis data.
Bot berbasis AI di media sosial dan aplikasi perpesanan menyamar sebagai pengguna asli, melibatkan korban dalam percakapan berkepanjangan untuk membangun kepercayaan.
Ia menyebut, kebocoran data pribadi warga yang berulang di berbagai platform digital menunjukkan lemahnya perlindungan negara terhadap hak privasi masyarakat.
Komisi I DPR menyoroti dugaan praktik aktivasi IMEI ilegal yang melibatkan penyalahgunaan data pribadi turis asing merupakan masalah serius. I
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tak lazim dengan merekrut peretas dalam negeri untuk memperkuat sistem Coretax.
"Sekarang keamanan Cortex sudah bagus sekali. Dulu saya bilang, cyber security-nya 30 dari 100, sekarang sudah 95+. Kalau nilai sudah A+ security-nya."
Nama “Bjorka” selama dua tahun terakhir identik dengan sosok misterius berkemampuan tinggi di dunia maya. Namun, penangkapan WFT, 22, oleh Polda Metro Jaya justru memperlihatkan kontras: pemuda pengangguran, tidak lulus SMK, dan belajar IT secara otodidak.
Polisi mengusut dugaan WFT, 22 dengan akun X bernama @bjorka dan @bjorkanesia terkait dengan kebocoran data pejabat pemerintah
Polisi menangkap pria WFT, 22, asal Kakas Barat, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) yang mengaku sebagai hacker ‘Bjorka’
Polisi menangkap seorang pemuda asal Kakas Barat, Minahasa, Sulawesi Utara, berinisial WFT, 22. Ia ditangkap karena melakukan akses ilegal dan mengaku sebagai Bjorka
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved