Sabtu 03 September 2022, 07:31 WIB

Mantan Hakim MA Singgung Kasus FS dengan Kopi Sianida

Mesakh Ananta Dachi | Politik dan Hukum
Mantan Hakim MA Singgung Kasus FS dengan Kopi Sianida

MI/Susanto
Mantan Hakim Agung Topane Gayus Lumbuun

 

MANTAN Hakim Agung masa bakti 2011-2018, Topane Gayus Lumbuun, menyinggung kasus FS sama halnya dengan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin oleh Jessica Kumala Wongso yang menggunakan kopi sianida pada 2016.

“Kalau saya bandingkan rumitnya nanti di pengadilan akan sama dengan kasus kopi sianida. Saya bayangkan kekuatan para ahli dengan berbagai keahliannya muncul disana," kata Gayus dalam diskusi yang dilaksanakan oleh Public Virtue di Grand Mahakam, Kamis (1/9).

Gayus juga menyinggung pada saat pengadilan kasus kopi sianida tersebut, banyak anggota kepolisian dari Australia datang dan memberikan pernyataan saat Jessica tinggal di Australia pernah hampir membunuh pacarnya.

“Nah ini akan terjadi seperti itu ke depannya, tapi masih sangat jauh. Saya hanya membuat kesimpulan saya sendiri,” ujarnya.

Baca juga: Jessica Disebut Hakim Paling Berpeluang Memasukkan Sianida

Dalam kesempatan yang sama, Gayus juga menyinggung masalah hukuman mati yang mungkin ditimpakan kepada FS.

“Saya menghukum total 15 kasus terpidana mati, cukup banyak bagi masa dinas saya selama 7 tahun. Tetapi kalau saya mengatakan ada manfaat yang besar untuk negara dan rakyat Indonesia. Yang jadi pertanyaan saya adalah apakah perlu kita menghukum secara maksimal (hukuman mati) ataukah kita bisa mengurangi hukuman itu tapi ada perubahan besar," ungkap Gayus.

Gayus menekankan hukum secara substansial harus berkemanfaatan, yang berarti ada manfaat yang bisa diambil dari putusan hukum tersebut. Dia memaparkan opsi berupa pengurangan dari hukuman mati pada FS, namun dengan imbas membuka keseluruhan kronologi kasus dan yang terlibat di dalamnya dan keterbukaan mengenai isu-isu kerajaan di dalam tubuh kepolisian.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA/Zabur Karuru

Pemerintah Harus Usut Tuntas Tragedi Kemanusiaan Kanjuruhan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 20:38 WIB
Koalisi, kata Hussein, juga menilai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) harus melakukan pemeriksaan terhadap aparat yang...
MI/SUMARYANTO BRONTO

Kapolri: Data Terakhir Korban Meninggal Insiden Kanjuruhan 125 Orang

👤Akmal Fauzi 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 19:38 WIB
Sebelumnya dilaporkan ada 129, tetapi karena ada yang tercatat ganda, kata Jenderal Listyo...
dok.mi

Soal Formula E, KPK Dinilai Tegakkan Hukum Tanpa Didukung Bukti dan Saksi

👤Selamat Saragih 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 19:04 WIB
ALIH-alih menegakkan hukum, KPK ditengarai bermuatan politik dalam penanganan kasus dugaan penyelewengan anggaran Formula E oleh Gubernur...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya