Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta mengusut informasi terkait Konsorsium 303 Irjen Ferdy Sambo terkait perjudian yang viral di media sosial Twitter. Sebab, asumsi liar tidak terbendung tanpa ada transparansi.
"Kondisi saat ini dengan tingkat kepercayaan masyarakat sangat menurun, yang bisa dilakukan polisi tentunya adalah melakukan penyelidikan terkait isu tersebut dan menyampaikannya pada publik secara transparan dan akuntabel," kata pengamat Kepolisian Bambang Rukminto saat dikonfirmasi, Jumat (19/8).
Menurut Bambang, upaya Kapolri menginstruksikan jajaran memberantas pemain, bandar dan oknum yang membekingi praktik perjudian bisa dianggap hanya pencitraan semata apabila tidak diiringi dengan pengungkapan secara transparan.
Baca juga: IPW Duga Informasi Konsorsium Sambo Berasal dari Internal Polri
Apalagi, kata dia, muncul di tengah krisis kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri buntut pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Pembunuhan berencana itu melibatkan Irjen Ferdy Sambo dan dua ajudannya.
"Saya khawatir upaya-upaya itu hanya dianggap sebagai sebuah pencitraan saja bila tidak diiringi dengan transparansi pengungkapan yang dalam. Jangan-jangan operasi praktik perjudian ini hanya menyasar para pengecer di kelas bawah, sementara big bosnya tetap aman," kata peneliti dari Institute for Security and Strategic (ISESS) itu.
Bambang mengatakan bisnis judi daring itu pasti melibatkan transaksi keuangan yang sangat luas dan besar. Maka itu, dia mendesak Polri mengusut kasus tersebut, termasuk mengecek transaksi dalam rekening-rekening bandar judi yang telah ditangkap.
Dia berharap informasi Konsorsium 303 terkait perjudian yang melibatkan eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo itu tidak bisa dianggap sebagai isu biasa. Polri harus melakukan penyelidikan hingga penyidikan dengan memeriksa perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) yang disebut-sebut terlibat dalam bisnis gelap tersebut.
"Makanya pemeriksaan nama-nama tersebut juga sangat penting dilakukan. Tentunya pemeriksaan tersebut bukan sekedar meminta keterangan saja tetapi juga harus melakukan penyelidikan yang lebih mendalam," ujar Bambang.
Dia menekankan masyarakat telah belajar dari kasus pembunuhan Brigadir J. Insiden berdarah itu terbukti telah ditutup-tutupi anggota Polri untuk melindungi Sambo.
"Upaya menutup-nutupi borok di internal kepolisian itu benar adanya," tekan dia.
Sebelumnya, muncul di media sosial Twitter "Kaisar Sambo dan Konsorsium 303". Lalu, tertulis, di kalangan bandar judi, Ferdy Sambo dikenal dengan sebutan "Kaisar Sambo".
"Setiap tahun Ferdy Sambo dan kroninya menerima setoran lebih dari Rp1, 3 triliun," demikian pernyataan dalam informasi yang beredar itu. (OL-1)
Momentum kebangkitan Putri di awal tahun ini bertepatan dengan apresiasi yang diterimanya dari instansi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Yusril Ihza Mahendra, mengungkapkan ada wacana soal penempatan Polri di bawah naungan kementerian
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Desersi adalah tindakan meninggalkan tugas atau dinas tanpa izin pimpinan dalam jangka waktu tertentu dengan maksud untuk tidak kembali lagi.
WACANA penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian kembali mencuat ke ruang publik.
KPK telah menjalankan aturan pada KUHAP baru tersebut. Yakni tidak lagi menampilkan lima tersangka saat konferensi pers kasus dugaan suap pegawai pajak.
Pengamat Sebut Polri Perlu Fokus pada Penguatan Reformasi Internal
Menurut Sigit, di Aceh Tamiang sendiri ada 38 sekolah yang dilakukan pembersihan.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta anggota Polri tidak baper dan merespons cepat aduan masyarakat agar stigma no viral no justice tidak berulang.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permohonan maaf karena kinerja Polri dinilai masih jauh dari kesempurnaan dalam Rilis Akhir Tahun 2025.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Markas Besar Polri tidak memberikan izin penyelenggaraan pesta kembang api pada malam pergantian Tahun Baru 2026.
Menurutnya, pengabdian Banser tidak hanya berhenti pada aspek keamanan, tetapi juga kemanusiaan, solidaritas sosial, dan pelayanan publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved