Jumat 19 Agustus 2022, 10:19 WIB

Kapolri Didesak Usut Konsorsium Judi Irjen Sambo

Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum
Kapolri Didesak Usut Konsorsium Judi Irjen Sambo

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

 

KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta mengusut informasi terkait Konsorsium 303 Irjen Ferdy Sambo terkait perjudian yang viral di media sosial Twitter. Sebab, asumsi liar tidak terbendung tanpa ada transparansi.

"Kondisi saat ini dengan tingkat kepercayaan masyarakat sangat menurun, yang bisa dilakukan polisi tentunya adalah melakukan penyelidikan terkait isu tersebut dan menyampaikannya pada publik secara transparan dan akuntabel," kata pengamat Kepolisian Bambang Rukminto saat dikonfirmasi, Jumat (19/8).

Menurut Bambang, upaya Kapolri menginstruksikan jajaran memberantas pemain, bandar dan oknum yang membekingi praktik perjudian bisa dianggap hanya pencitraan semata apabila tidak diiringi dengan pengungkapan secara transparan.

Baca juga: IPW Duga Informasi Konsorsium Sambo Berasal dari Internal Polri

Apalagi, kata dia, muncul di tengah krisis kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri buntut pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Pembunuhan berencana itu melibatkan Irjen Ferdy Sambo dan dua ajudannya.

"Saya khawatir upaya-upaya itu hanya dianggap sebagai sebuah pencitraan saja bila tidak diiringi dengan transparansi pengungkapan yang dalam. Jangan-jangan operasi praktik perjudian ini hanya menyasar para pengecer di kelas bawah, sementara big bosnya tetap aman," kata peneliti dari Institute for Security and Strategic (ISESS) itu.

Bambang mengatakan bisnis judi daring itu pasti melibatkan transaksi keuangan yang sangat luas dan besar. Maka itu, dia mendesak Polri mengusut kasus tersebut, termasuk mengecek transaksi dalam rekening-rekening bandar judi yang telah ditangkap.

Dia berharap informasi Konsorsium 303 terkait perjudian yang melibatkan eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo itu tidak bisa dianggap sebagai isu biasa. Polri harus melakukan penyelidikan hingga penyidikan dengan memeriksa perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) yang disebut-sebut terlibat dalam bisnis gelap tersebut.

"Makanya pemeriksaan nama-nama tersebut juga sangat penting dilakukan. Tentunya pemeriksaan tersebut bukan sekedar meminta keterangan saja tetapi juga harus melakukan penyelidikan yang lebih mendalam," ujar Bambang.

Dia menekankan masyarakat telah belajar dari kasus pembunuhan Brigadir J. Insiden berdarah itu terbukti telah ditutup-tutupi anggota Polri untuk melindungi Sambo.

"Upaya menutup-nutupi borok di internal kepolisian itu benar adanya," tekan dia.

Sebelumnya, muncul di media sosial Twitter "Kaisar Sambo dan Konsorsium 303". Lalu, tertulis, di kalangan bandar judi, Ferdy Sambo dikenal dengan sebutan "Kaisar Sambo".

"Setiap tahun Ferdy Sambo dan kroninya menerima setoran lebih dari Rp1, 3 triliun," demikian pernyataan dalam informasi yang beredar itu. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA

KPU Umumkan Penyerahan Dukungan Bakal Calon DPD

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:53 WIB
KPU mempersilakan para bakal calon DPD untuk mengajukan surat permohonan aktivasi akun aplikasi sistem informasi pencalonan (Silon)...
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Dukungan Arus Bawah PAN ke Anies Tak Bisa Dibantah

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Selasa 06 Desember 2022, 22:22 WIB
Dia mengatakan banyak kader PAN yang sebenarnya mendukung Anies Baswedan. Sehingga, pasti ada pembelahan di tubuh PAN terkait perkara...
MI/BAYU ANGGORO

Hari Antikorupsi Sedunia di Bandung Dibiayai KPK

👤Bayu Anggoro 🕔Selasa 06 Desember 2022, 22:10 WIB
Hari Antikorupsi Sedunia yang dipusatkan di Jawa Barat, juga digelar di enam provinsi beserta kabupaten dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya