Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PENEMBAKAN yang menewaskan warga sipil di Nduga Papua menjadi tugas besar Polri untuk bekerja ekstra melindungi rakyat Papua dari serangan KKB. Kejadian tersebut membuat Polri ekstra dalam melakukan penanganan di Papua tetapi tetap menerapkan langkah humanis.
"Ini menjadi tugas kami untuk melindungi segenap keselamatan masyarakat Papua. Namun cara-cara humanis tetap dikedepankan," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya.
Setelah kejadian tersebut, Polri menerjunkan satu Satuan Setingkat Pleton (1 SST) untuk menambah kekuatan pasukan di Polres Nduga Papua. Selain itu, Polda Papua langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran bersama TNI.
"Polri sudah backup 1 SST untuk Polres Nduga dan Dirkrimum Polda serta tim langsung melaksanakan penyelidikan, penyidikan, dan pengejaran pelaku bersama dengan TNI dan pasukan yang ada di Polres," ungkapnya.
Baca juga: Satu Korban Meninggal Akibat Penembakan KKB Papua Berasal dari Manggarai
Anggota Komisi III DPR Didik Mukrianto mengecam keras dan turut berduka cita atas korban luka maupun korban jiwa akibat tindak pidana yang diduga dilakukan oleh KKB. "Peristiwa ini tidak boleh dibiarkan saja karena sudah merampas nyawa warga negara, menyebabkan teror di Papua dan terjadi berulang-ulang," cetusnya.
Tindakan kriminalitas yang dilakukan oleh KKB bisa dikategorikan tindakan teroris yang dapat menyebabkan ketakutan di tengah masyarakat bahkan mengancam keutuhan NKRI. "Penanganan peristiwa ini harus dengan upaya yang juga luar biasa dan sangat serius. Saya meminta dan berharap agar Pemerintah segera melakukan tindakan tegas terhadap KKB yang sudah menyebarkan teror di Papua dengan extra efforts," tegasnya. (OL-14)
KEPALA Dinas Penerangan TNI AD menyatakan bahwa kasus viral penjual es kue yang diduga menggunakan bahan spons atau gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, merupakan kesalahpahaman.
Kompolnas bukanlah lembaga yang bertugas mengawasi kinerja Polri, melainkan lembaga pembantu Presiden dalam menentukan kebijakan.
Sejak kelahirannya pascakemerdekaan, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mengalami perubahan posisi dan peran seiring dinamika politik kekuasaan. Dari institusi keamanan yang pernah berada di bawah kementerian dan menyatu dengan militer, hingga menjadi lembaga sipil profesional langsung di bawah Presiden, perjalanan Polri kini kembali diuji oleh wacana penempatannya di bawah kementerian, sebuah gagasan yang menuai penolakan keras karena dinilai mengancam semangat reformasi dan independensi penegakan hukum.
Hasil kesepakatan yang mempertahankan posisi Polri di bawah Presiden harus didukung penuh oleh seluruh elemen bangsa.
Menurut Fauzan, wacana pembentukan kementerian khusus yang membawahi kepolisian justru berisiko menambah kerumitan birokrasi.
Penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi mengaburkan prinsip supremasi sipil, karena Polri berpotensi menjadi subordinat kepentingan politik sektoral.
WAKIL Bupati Jayawijaya Papua, Ronny Elopere mengecam serangan kelompok sparatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Egianus Kogoya yang menembak mati 2 warga sipil.
Indrajaya mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku kejahatan, seraya mengatakan pelanggaran tersebut tidak dapat diampuni.
Jalur dialog secara intensif harus dibuka oleh pemerintah karena situasi kekerasan di Bumi Papua terus berlangsung sejak lama.
Evakuasi jenazah korban penyerangan KKB menghadapi kendala berat karena lokasi kejadian berada di area hutan lebat dengan akses transportasi terbatas.
Puan lantas menyatakan bahwa DPR RI, khususnya Komisi I dan III, memiliki wewenang konstitusional untuk mengawasi kebijakan pertahanan, keamanan, serta hukum dan HAM.
DUA jenazah pendulang emas yang tewas dibunuh kelompok kriminal bersenjata atau KKB Papua di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan selesai divisum di RSUD Dekai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved