Rabu 06 Juli 2022, 17:50 WIB

KPK Eksekusi 4 Penyuap Walkot Nonaktif Bekasi ke Lapas Sukamiskin

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
KPK Eksekusi 4 Penyuap Walkot Nonaktif Bekasi ke Lapas Sukamiskin

ANTARA/M Risyal Hidayat
Dua terpidana suap Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmad Effendi, Lai Bui Min (kedua dari kiri) dan Suryadi Mulya (ketiga dari kiri).

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi empat orang penyuap Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.
 
Keempatnya merupakan terpidana dalam perkara suap terkait pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Pemerintah Kota Bekasi, Jabar.
 
"Jaksa eksekutor KPK Eva Yustiana pada Senin (4/7) telah selesai mengeksekusi terpidana Lai Bui Min dan kawan-kawan selaku penyuap
Wali Kota Bekasi dengan cara memasukkan ke Lapas Sukamiskin Bandung," ucap Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Rabu (6/7).
 
Ia menyebutkan empat terpidana tersebut, yaitu Direktur PT ME Ali Amril, pihak swasta Lai Bui Min, Direktur PT KBR Suryadi Mulya, dan Camat Rawalumbu Makhfud Saifudin.
 
Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung dalam putusan pada Senin (6/6) telah memvonis masing-masing terhadap Ali Amril selama 1 tahun dan 4 bulan penjara ditambah denda Rp150 juta subsider 3 bulan kurungan, Lai Bui Min selama 2 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 4 bulan kurungan.
 
Berikutnya, Suryadi Mulya selama 2 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 4 bulan kurungan dan Makhfud Saifudin selama 2 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 4 bulan kurungan.


Baca juga: KPK jelaskan soal Ketidakhadiran Lili Pintauli dalam Sidang Etik

 
Mereka terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara  berlanjut sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 
Dalam kasus itu, KPK juga telah menetapkan lima tersangka lainnya sebagai penerima suap, yakni Rahmat Effendi, Camat Jatisampurna Wahyudin, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi (DPMPTSP) Kota Bekasi M Bunyamin, Lurah Jati Sari Mulyadi alias Bayong, dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Bekasi Jumhana Lutfi.
 
Dalam dakwaan Rahmat Effendi, Lai Bui Min disebut memberikan suap sebesar Rp4,1 miliar terkait pengadaan lahan untuk pembangunan polder 2022 di Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.
 
Sementara itu, Makhfud Saifudin memberikan suap sejumlah Rp3 miliar terkait dengan pengurusan ganti rugi lahan SDN Rawalumbu I dan VIII.
 
Suryadi Mulya memberikan suap sebesar Rp3,35 miliar terkait pengadaan lahan pembangunan Polder Air Kranji, sedangkan Ali Amril memberikan suap senilai Rp30 juta karena Rahmat Effendi telah memberikan persetujuan sehingga Ali Amril mendapatkan perpanjangan kontrak pekerjaan pembangunan gedung teknis bersama Kota Bekasi pada 2021 sekaligus mendapatkan pekerjaan lanjutan pada 2022. (S-2)

 

Baca Juga

MI/ Ramdani

Komnas HAM Cari Cara Periksa Istri Sambo Agar Tak Trauma

👤MGN 🕔Senin 15 Agustus 2022, 23:57 WIB
Beka mengatakan pemeriksaan Putri bakal dibantu dengan Komisi Nasional (Komnas)...
Antara

Kominfo Blokir 3.164 Sebaran Hoaks Vaksin Covid-19

👤MGN 🕔Senin 15 Agustus 2022, 22:34 WIB
Kominfo memerinci 2.934 sebaran hoaks vaksin covid-19 di Facebook. Kemudian 136 hoaks vaksin covid-19 di...
Dok. BPIP

Presiden Kukuhkan Calon Paskibraka Menjadi Paskibraka Tahun 2022 

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 21:26 WIB
Dalam momen pengukuhan, Presiden berharap Paskibraka di bawah asuhan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu mendapatkan rahmat dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya