Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Sampah Meluber di Belakang Kantor Wali Kota Depok, Warga Mengeluh

Sidharta Aria Agung
30/1/2026 16:27
Sampah Meluber di Belakang Kantor Wali Kota Depok, Warga Mengeluh
Sampah meluber di Jalan Naming Botin, Pancoran Mas, tepat di belakang kantor Wali Kota Depok .(Metrotvnews/Sidharta Aria Agung)

PERMASALAH sampah di Kota Depok kembali mencuat. Kali ini, tumpukan sampah terlihat meluber hingga ke badan jalan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) 19, Jalan Naming Botin, Pancoran Mas, tepat di belakang kantor Wali Kota Depok.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (30/1), ceceran sampah tampak memenuhi sebagian Jalan Naming Botin. Jalur ini merupakan akses vital bagi warga menuju Stasiun Depok Baru dari sisi barat, maupun penghubung menuju Jalan Raya Dewi Sartika dan Jalan Raya Arif Rahman Hakim.

Kondisi diperparah dengan banyaknya gerobak pengangkut sampah yang terparkir di pinggir jalan. Sejatinya, TPS 19 diperuntukkan bagi warga Kampung Lio, Kelurahan Depok. Namun, beban sampah di lokasi ini meningkat drastis akibat adanya pengalihan arus pembuangan.
Imbas Renovasi TPS Jalan Jawa

Warga setempat, Agus, mengungkapkan bahwa penumpukan ini dipicu oleh renovasi yang sedang berlangsung di TPS Jalan Jawa, Kecamatan Beji. Hal tersebut memaksa pembuangan sampah dialihkan sementara ke TPS 19 Kampung Lio.

“Sudah hampir tiga bulan, jadi kayak gini susah juga diaturnya. Ini karena gabung dari Beji kemari, harusnya kan disini khusus dari Lio saja,” ujar Agus, Jumat (30/1).

Agus menambahkan, dirinya bersama warga lain telah berupaya mengatur alur pembuangan agar sampah tidak semakin tercecer ke jalan raya. Warga terus mengarahkan petugas kebersihan untuk membuang sampah langsung ke dalam hanggar TPS, bukan di pinggir jalan.

Desakan Penataan Ulang
Meski Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok dilaporkan telah melakukan upaya penanganan di TPS 19 beberapa waktu lalu, volume sampah yang masuk tetap melampaui kapasitas lahan.

Kondisi kumuh ini tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga menghambat mobilitas pengguna jalan. Warga berharap Pemerintah Kota Depok segera melakukan penataan yang lebih rapi dan memastikan seluruh sampah tertampung di dalam hanggar agar tidak menimbulkan aroma tidak sedap dan kesan kotor. (MGN/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya