Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung melantik 11 pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu (17/12).
Pelantikan digelar di Balai Kota Jakarta dan diawali dengan pembacaan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1118 Tahun 2025 tentang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Dalam dan Dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.
Sebelas pejabat yang dilantik itu yakni Iin Mutmainnah sebagai Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Barat, Premi Lasari sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DKI Jakarta, Dian Airlangga sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi DKI Jakarta, serta Dwi Oktavia Handayani sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta.
Selain itu, Pramono juga melantik Fredi Setiawan sebagai Wakil Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Hari Nugroho sebagai Kepala Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi Setda DKI Jakarta, Chaidir sebagai Asisten Deputi Gubernur Bidang Transportasi, Siti Hannah sebagai Asisten Deputi Gubernur Bidang Budaya, Ian Sofian Hadi sebagai Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Safitri Handayana sebagai Wakil Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, serta Purwadi sebagai Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan RSUD Tarakan.
“Pelantikan ini dilakukan sepenuhnya dengan merit system. Saya, bersama Wakil Gubernur dan Sekda, memilih Saudara-saudara karena prestasi dan capaian kinerja,” ujar Pramono dalam sambutannya, Rabu (17/12).
Ia menegaskan, selama sepuluh bulan pemerintahannya bersama Wakil Gubernur Rano Karno, pihaknya telah melantik 62 pejabat pimpinan tinggi pratama, sekitar 2.700 pejabat eselon III dan IV. Lalu, saat ini kembali melantik 11 pejabat eselon II.
Lebih lanjut, Pramono mengatakan, DKI kembali mengamanahkan jabatan wali kota dipimpin seorang perempuan.
"Setelah 1 April 2008, hari ini Jakarta kembali memiliki wali kota perempuan. Ini menunjukkan bahwa jabatan strategis di Jakarta terbuka luas tanpa mempersoalkan gender,” kata Pramono.
Politikus PDIP itu meminta para pejabat yang baru dilantik bekerja profesional dan menjaga integritas, terutama menghadapi tantangan ke depan seperti cuaca ekstrem, potensi banjir, serta pengamanan Natal dan Tahun Baru.
"Tidak boleh ada alasan. Kita harus siap bekerja total untuk membuat Jakarta lebih aman dan nyaman,” tegasnya.
Keputusan Gubernur tersebut berlaku terhitung sejak tanggal pelantikan dan ditetapkan di Jakarta pada 17 Desember 2025. (Far/M-3)
Pemprov DKI sebelumnya telah mengirimkan surat langsung kepada PT Adhi Karya agar melakukan pembongkaran secara mandiri sejak November lalu.
Pengerjaan malam hari dilakukan agar tidak mengganggu lalu lintas dan tidak ada penutupan jalan selama pembongkaran tiang monorel dan penataan kawasan di jalur utama tersebut.
Adapun mulai hari ini, Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan pembongkaran tiang-tiang monorel Jakarta yang mangkrak milik PT Adhi Karya.
Super flu merupakan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dipicu oleh virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K.
Lahirnya gagasan ini berawal dari hasil penelaahan mendalam terhadap kebijakan fiskal daerah serta serapan aspirasi dari para pengelola institusi pendidikan.
Pemprov DKI tetap berkomitmen menuntaskan seluruh bagian yang masuk dalam kewenangan daerah.
Gerindra merespons penunjukan Letjen TNI Djaka Budi Utama sebagai Dirjen Bea dan Cukai serta Bimo Wijayanto sebagai Dirjen Pajak Kementerian Keuangan dinilai menabrak prinsip meritokrasi.
Prananda Surya Paloh mengungkap Partai NasDem lebih mengutamakan spirit meritokrasi. Menurutnya, semua orang memiliki kesempatan yang sama.
Irjen Pol Dedi Prasetyo menguraikan dengan jelas bagaimana meritokrasi dapat diterapkan secara efektif guna meningkatkan kualitas dan kinerja SDM Polri.
CALON presiden nomor urut 1 Anies Baswedan menegaskan pemerintahan tidak boleh menggunakan fenomena orang dalam (ordal). Penempatan pejabat publik harus berdasarkan meritokrasi.
Lantas apa itu meritokrasi? Berikut penjelasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved