Kamis 12 Mei 2022, 22:59 WIB

Polri Gandeng FBI Saifuddin Ibrahim di Amerika

Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum
Polri Gandeng FBI Saifuddin Ibrahim di Amerika

Youtube Saifuddin Ibrahim
Saifuddin Ibrahim

 

TERSANGKA kasus dugaan penistaan agama, Saifuddin Ibrahim tak kunjung ditangkap hingga saat ini. Polri kesulitan menangkap Saifuddin karena berada di Amerika Serikat (AS).

"Kita lebih banyak pasif menunggu respons mereka (kepolisian setempat), kalau enggak kita kan enggak punya kewenangan saat yurisdiksi bukan wilayah kita, " kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto kepada Medcom.id, Kamis, (12/5).

Apalagi, kata dia, di negeri Paman Sam tidak ada aturan yang dilanggar Saifuddin Ibrahim. Meski begitu, Agus memastikan akan terus berupaya memulangkan tersangka penistaan agama itu.

"Upaya tetap dilakukan dengan menginfokan kepada Kedutaan AS di Indonesia, bahwa data aplikasi pengajuan Visanya kan ada pertanyaan apakah sudah pernah dihukum atas suatu kasus (SI pernah di Putus hukuman di PN Tangerang kasus yang sama), informasinya tidak diisi dengan benar," ujarnya.

Terpisah, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Parsetyo mengatakan upaya pemulangan tersangka Saifuddin Ibrahim masih berproses. Polri disebut akan terus berkoordinasi dengan pihak penegak hukum di Amerika.

"Proses pemulangan tersangka melalui jalur kerja sama yang dimiliki oleh Polri dengan FBI, " ungkap Dedi.

Saifuddin Ibrahim ditetapkan sebagai tersangka pada Senin, 28 Maret 2022. Saifuddin diduga melakukan tindak pidana ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dan atau pencemaran nama baik dan atau penistaan agama dan atau pemberitaan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat dan atau menyiarkan berita tidak pasti dan berlebihan melalui konten YouTube pribadinya.

Saifuddin dijerat Pasal 45 ayat 1 Jo Pasal 24 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentant perubahan atas UU Nomor 11 Tahu n 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dengan ancaman hukuman enam tahun penjara dan atau denda Rp1 miliar.

Kasus bermula saat permintaan Saifuddin Ibrahim ke Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas untuk menghapus 300 ayat Al-Qur'an viral di media sosial. Menurutnya, ayat-ayat itu biang intoleransi dan radikalisme di Tanah Air. (OL-8)

Baca Juga

Ist/DPR

DPR Berencana Temui MA dan MK Bahas Penanganan Sengketa Pemilu

👤Putra Ananda 🕔Kamis 19 Mei 2022, 16:34 WIB
DPR RI bersama pemerintah akan menjadwalkan pertemuan dengan MK dan MK ntuk membahas rencana percepatan penyelesaian sengketa...
Antara

Lagi, Kejagung Sita Aset Tanah Mantan Dirut Taspen Life

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 19 Mei 2022, 16:21 WIB
Kali ini, aset yang disita Kejagung berupa tanah seluas 3.915 meter persegi, yang berlokasi di Desa Pakembinangun, Kabupaten Sleman,...
MI/ Susanto

Kejagung Kembali Sita Tanah Bekas Dirut Taspen Life

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 19 Mei 2022, 15:19 WIB
Kali ini, aset yang disita adalah tanah seluas 3.915 meter persegi di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya