Selasa 19 April 2022, 16:56 WIB

Kekayaan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Mencapai Rp4,48 Miliar

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
Kekayaan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Mencapai Rp4,48 Miliar

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi.

 

KEJAKSAAN Agung (Kejagung) menetapkan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana sebagai tersangka dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO). Dia tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp4,48 miliar.

Angka itu diketahui dari laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) periodik 2020 miliknya. Dalam laporan itu, Indrasari masih tercatat sebagai staf ahli bidang iklim usaha dan hubungan antarlembaga Kementerian Perdagangan.

Indrasari diketahui memiliki tiga tanah dan bangunan senilai Rp3,350 miliar. Tanah dan bangunannya ada di Tangerang Selatan, dan Bogor.

Indrasari juga tercatat memiliki dua kendaraan senilai Rp445,500 juta. Kendaraan dia yakni motor Honda Scoopy keluaran 2016 dan mobil Honda Civic keluaran 2017.

Dia tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp68,200 juta. Dia juga tercatat memiliki kas dan setara kas senilai Rp872,960 juta. Dia memiliki utang Rp248,747 juta.

Baca juga: Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag jadi Tersangka Kasus Minyak Goreng

Kejagung menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO). Salah satu tersangka merupakan pejabat di Kementerian Perdagangan.
 
"Ditetapkan empat orang, pertama, pejabat eselon 1 Kementerian Perdagangan bernama IWW, selaku Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan," ujar Jaksa Agung ST Burhanuddin di Jakarta, hari ini.
 
Burhanuddin mengatakan IWW telah menerbitkan ekspor CPO terhadap beberapa perusahaan. Perusahaan tersebut ialah Permata Hijau Group, Wilmar Nabati Indonesia, Multimas Nabati Asahan, dan Musim Mas.

"Tersangka lain adalah SMA, selaku Senior Manager Corporation Affair Permata Hijau; MPT, selaku Komisaris Wilmar Nabati; dan PT selaku General Manajer Musim Mas," ujar Burhanuddin.

Para tersangka dikenakan Pasal 54 ayat 1 huruf ayat 2 huruf KUHAP. Kemudian, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014, Keputusan Menteri Perdagangan 129 Tahun 2022, juncto Nomor 170 Tahun 2022 tentang Penetapan Jumlah Distribusi Kebutuhan Dalam Negeri dan Harga Penjualan Dalam Negeri dan sejumlah pasal lain. (OL-4)

Baca Juga

dok.knpi

Kapan Timsus Polri Telusuri Hubungan 'Kaisar' Sambo, Konsorsium 303, RBT dan YS, Ya?

👤Selamat Saragih 🕔Jumat 30 September 2022, 12:50 WIB
KETUA Umum DPP KNPI, Haris Pertama, menyoroti kasus mafia judi konsorsium 303 di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta di mana lokasi Markas...
Dok Setwapres

Wapres Minta Persidangan Sambo Dipercepat

👤Emir Chairullah 🕔Jumat 30 September 2022, 12:25 WIB
Masyarakat saat ini berharap agar kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J cepat...
INSTAGRAM @LESTYKEJORA

Polres Metro Jaksel Periksa Dua Saksi Terkait KDRT Lesti Kejora

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 11:54 WIB
Kedua saksi sangat kooperatif menjalani pemeriksaan dengan memberikan keterangan secara jelas terkait kasus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya