Kamis 07 April 2022, 19:59 WIB

Kejagung Periksa Tersangka Sipil dalam Kasus Korupsi Tabungan Prajurit TNI

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Kejagung Periksa Tersangka Sipil dalam Kasus Korupsi Tabungan Prajurit TNI

Antara
Prajurit TNI AD meriakkan yel-yel seusai mengikuti apel gabungan di Sumatra Selatan.

 

TERSANGKA sipil kasus dugaan korupsi dana Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (TWP-AD) 2013-2020 berinisial KGS MMS diperiksa lagi oleh penyidik koneksitas Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer (JAM-Pidmil).

Adapun pemeriksaan dilakukan di Kantor JAM-Pidmil, Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana menjelaskan pemeriksaan itu untuk mendalami peran tersangka dalam rangka memperkuat fakta peristiwa pidana.

"Guna kepentikan pembuktian dan untuk melengkapi pemberkasan dalam perkara dugaan tindak pidana dimaksud," ujar Ketut melalui keterangan resmi, Kamis (7/4).

Baca juga: KSAD Upayakan Kembalikan Dana Tabungan Prajurit yang Dikorupsi

Ini merupakan pemeriksaan kedua KGS MMS sebagai tersangka. Diketahui, pemeriksaan sebelumnya dilakukan pada Rabu (30/3) lalu. Jajaran JAM-Pidmil telah menetapkan KGS MMS sebagai tersangka sejak 23 Februari 2022. 

Namun, penahanan tersangka swasta dari PT Artha Mulia Adiniaga itu baru dilakukan sejak Rabu (16/3) lalu, setelah ditangkap di Bandung pada Selasa (15/3) malam.

Kejagung menduga adanya praktik rasuah dari penyediaan lahan oleh KGS MMS untuk perumahan prajurit TNI AD di dua lokasi, yang tidak terealisasi. Di Nagreg misalnya, dari pengadaan 40 hektare senilai Rp32 miliar, hanya mampu teralisasi 17,8 hektare.

Baca juga: Pihak Militer Kembali Jadi Tersangka Korupsi Tabungan Prajurit

Di sisi lain, pengadaan lahan 40 hektare di Palembang senilai Rp41,8 miliar bersifat tidak terealisasi alias fiktif. Rasuah itu dilakukan KGS MMS bersama tersangka Kolonel Czi (Purn) CW AHT. Belakangan, CW ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam rangkaian perkara tersebut, JAM-Pidmil juga telah menetapkan dua tersangka sebelumnya. Mereka adalah Brigadir Jenderal YAK dan Direktur Utama Griya Sari harta berinisial NPP.

YAK dan NPP ditersangkakan terkait penempatan investasi dana TWP-AD. Sedangkan, KGS MMS dan CW menjadi tersangka terkait pengan lahan untuk perumahan prajurit. Penyidik juga memeriksa satu saksi berinisial MO, yang berprofesi sebagai notaris, pada hari ini.(OL-11)

Baca Juga

Alexander Zemlianichenko / POOL / AFP

Jokowi dan Putin Banyak Berdiskusi Soal Pangan dan Pupuk

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 00:05 WIB
Presiden RI Joko Widodo banyak berdiskusi soal pangan dan pupuk dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Moskow,...
MI/ Susanto

Kejagung Periksa Saksi terkait Korupsi Duta Palma Group

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 30 Juni 2022, 22:46 WIB
Pemeriksaan dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pemanfaatan lahan kelapa...
MI/Moh Irfan

Komisi III Buka Peluang Keluarkan Ganja dari Golongan I

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Kamis 30 Juni 2022, 21:55 WIB
"Jadi pertemuan hari ini adalah menyerap aspirasi tentang kemungkinan ke depan Undang-Undang Narkotika, kita keluarkan penggolongan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya