Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI mengungkap fakta terbaru kasus pornografi Dea Onlyfans. Dari hasil penyidikan awal, seorang komedian terkenal Tanah Air membeli foto dan video syur milik Dea.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis mengatakan, komedian tersebut yakni berinisial M.
“Dari beberapa orang tersebut kami analisa ada satu orang seorang komedian terkenal dengan inisial M,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (5/4).
Baca juga : Membeli Konten Porno Milik Dea OnlyFans, Komedian Marshel Mengaku Salah
Selain itu, pihak polisi juga menyita Google Drive milik Dea. Dari identifikasinya, terdapat sebanyak 76 video syur dan beberapa foto tanpa busana. Dari keterangan Dea, video dan foto miliknya ada yang membeli secara langsung atau melalui berlangganan di aplikasi Onlyfans.
“Ternyata benar pengakuan D sudah ada orang yang membeli video-video tersebut, sudah banyak yang membeli ini kami sedang analisa siapa saja yang membeli,” ujar Auliansyah.
Auliansyah juga mengatakan, komedian M langsung membeli konten syur tersebut kepada Dea.
Baca juga : Diduga Beli Video Syur Dea OnlyFans, Marshel Widianto Diperiksa Besok
“Komedian terkenal insial M itu membeli video tersebut, nanti kami akan lihat apakah yang bersangkutan ikut menyebarkan nanti akan kami periksa, untuk jadi saksi terlebih dahulu, sementara dari keterangan M, ia beli langsung ke Dea,” ujarnya.
Sebelumnya Gusti Ayu Dewanti alias Dea ditetapkan sebagai tersangka kasus pornografi yang beredar melalui platform www.onlyfans.com.
Dari kegiatannya, Dea berhasil meraup keuntungan mencapai Rp20 juta dalam sebulan.
Baca juga : Polda Metro Jaya Copot Polantas yang Minta Sekarung Bawang
Polisi ungkap cara Dea OnlyFans distribusikan video porno di situs www.OnlyFans.com. Dea menggunakan twitter untuk mengunggah cuplikan video.
Auliansyah, mengatakan bahwa Dea membuat video porno terlebih dahulu. Video tersebut kemudian disimpan di laptopnya lalu didistribusikan ke OnlyFans.
Untuk menjaring peminat, pemilik nama asli Gusti Ayu Dewanti itu mempromosikan cuplikan video porno di twitter. (Far/OL-09)
BNPT mencatat 230 donatur aktif mendukung kelompok teroris dari 2023-2025, dengan pendanaan mencapai Rp5 miliar.
Puncak popularitas Lincoln’s Rock di Blue Mountains berujung penutupan. Ribuan turis menyerbu demi meniru foto Jennie Blackpink, memicu kekhawatiran keamanan dan lingkungan.
Media Talk 2026 sangat relevan dengan peran BSKDN sebagai lembaga think tank Kemendagri yang bertugas menyusun dan merumuskan rekomendasi strategi kebijakan
Polres Metro Jakarta Selatan meningkatkan patroli jalan kaki dan mobile di kawasan Blok M untuk mencegah pencopetan setelah insiden copet viral di media sosial.
Polisi meluruskan kabar viral pengamen membawa mayat di Tambora, Jakarta Barat. Karung tersebut dipastikan berisi seekor biawak.
Lagu atau musik yang muncul dalam video streaming maupun live streaming di platform digital merupakan objek pengumpulan royalti.
Tontonan yang diakses secara terus-menerus memicu adiksi yang membuat anak enggan berhenti menatap layar.
Bermula dari medium ekspresi sederhana, SnackVideo kini berkembang menjadi kekuatan yang mendorong dampak sosial nyata bagi komunitas di berbagai daerah.
Inovasi ini dirancang khusus untuk membantu menurunkan stres psikologis pada penderita hipertensi, sebuah faktor yang sering terabaikan dalam penanganan tekanan darah tinggi.
Keindahan bunyi gamelan terjalin akibat kerja sama erat antarpemain, yang juga mencerminkan filosofi ‘menyama braya’ atau rasa persaudaraan masyarakat Bali.
Data terbaru menunjukkan, total waktu menonton di YouTube tumbuh hingga 20% dalam setahun terakhir, sementara waktu menonton konten bertema belanja melonjak hingga 400%.
Jika biasanya lagu-lagu Riani Sovana dibalut aransemen sinematik yang megah, pada versi live session ini ia justru memilih format minimalis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved