Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Junaidi Mahesa mengatakan, minimnya komunikasi pemerintah kepada warga terhadap rencana master plan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan tidak adanya kepastian pembayaran tanah, inilah yang menyebabkan terjadinya prahara di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Temuan itu mengemuka saat Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI saat berdialog kepada sejumlah warga yang pro dan kontra maupun dari LSM di Desa Wadas.
“Parameter persoalan dasarnya adalah kepastian soal pembayaran bagi masyarakat yang sudah setuju tanahnya dijual dan komunikasi yang sampai hari ini belum nyambung secara maksimal tentang persoalan proyek ini, antara masyarakat dengan pemerintah atau dengan pihak-pihak instansi yang terlibat langsung," katanya.
"Harapannya ke depan proyek ini bisa berjalan dengan baik, masyarakat pun puas dan bisa menerima,” jelas Desmond saat konferensi pers bersama Gubernur Jateng dan Kapolda Jateng, di Mapolda Jateng, Jumat (11/2/2022).
Politikus Partai Gerindra ini menambahkan, berdasar keterangan di lapangan, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS-SO) harus menjelaskan kepada warga terkait teknis pengambilan batu andesit yang tidak merusak lingkungan dan jalan masyarakat, karena mereka mengklaim punya teknologinya.
"Kepala BBWS bilang untuk mengambil batu andesit punya teknologi yang cukup sehingga tidak merusak lingkungan, mari kita kawal dan buktikan, mereka mengklaim sudah punya peralatan sendiri,” terang Desmond.
Desmond juga mengingatkan kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, ke depannya harus memimpin dialog yang belum ambung ini, berdiskusi dan mengevaluasi segala kegiatan-kegiatan agar lebih terukur kedepan.
"Pak Ganjar tadi mengakui, memang ada kekurangan-kekurangan sementara atas kasus yang lalu, dan beliau tegaskan siap bertanggung jawab untuk memperbaiki ke depan. Agar berita-berita yang jelek tentang banyak hal bisa diselesaikan dan bisa membuat para pihak bahagia ke depannya,” harap Desmond.
Ke depan, lanjut Ganjar, juga akan dievaluasi pola-pola pendekatan yang lebih baik kepada masyarakat, baik yang kontra maupun pro. Harapannya semua pihak tidak ada yang dirugikan, mengingat TNI dan Polri tidak mungkin bisa menyelesaiakan hal-hal dasar yang harusnya menjadi tugas BPN, BBWS dan Gubernur.
“Nah, hal-hal seperti ini ke depan yang akan dikoordinasikan oleh Pak Ganjar. Agar hal-hal yang dirasa kurang, bisa diantisipasi dengan baik. Ada usulan dari Komisi III, coba dihitung saja luasan wilayah yang sudah setuju tanahnya dijual, apakah sudah mencukupi batunya untuk Bendungan Bener, kalau ternyata cukup berarti yang tidak setuju ini ngapain tanahnya harus dijual lagi,” imbuh Desmond.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, ke depan pihaknya akan me-review metode pendekatan kepada masyarakat dan akan me-review secara teknis.
"Tugas saya hari ini adalah merajut dan memimpin para pihak yang berkepentingan serta pengambil kebijakan. Kami juga ingin sampaikan sebagian tanah warga sudah ada yang dibayar, kejadian kemarin bagus untuk kita review dan saya akan pimpin sendiri untuk selesaikan masalah ini. Bagi yang kontra kita akan membuka ruang dialog dan sudah kita komunikasikan secara intens dengan Komnas HAM,” terang Gubernur Ganjar.
Di sisi lain, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, mengatakan insiden di Desa Wadas menjadi suatu pembelajaran yang baik, bahwa Polda Jateng akan melakukan kegiatan beretik preventif. Bahkan Wadas akan dijadikan laboratorium Presisi di Jateng.
“Saya yakin dan percaya bisa, terbukti sampai sekarang sudah bisa kita mulai, situasi sudah aman, pendekatan-pendekatan PRESISI sudah kita lakukan oleh anggota di lapangan. Ke depan, semoga teman-teman wartawan dan pihak lainnya mendukung untuk Desa Wadas bisa segera diselesaikan dengan baik,” jelas Kapolda Jateng. (RO/OL-09)
Komisi XIII DPR RI menyatakan komitmen penuh untuk mengawal kasus dugaan pelanggaran pidana dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang menimpa seorang warga lanjut usia, Nenek Saudah.
Video terverifikasi mengungkap skala mengerikan tindakan keras pemerintah Iran terhadap demonstran. Jenazah menumpuk di rumah sakit meski internet diputus total.
Pakar PBB mengecam pelanggaran HAM berat di Iran, termasuk penggunaan kekuatan mematikan dan ancaman hukuman mati bagi demonstran. Simak laporan lengkapnya.
Di balik blokade internet, warga Iran mengungkap kengerian penumpasan protes oleh aparat.
Gelombang protes baru kembali mengguncang Iran pada Jumat, menjadi tantangan paling serius terhadap pemerintahan Republik Islam dalam lebih dari tiga tahun terakhir.
Pemberlakuakn KUHP dan KUHAP baru dinilai berpotensi memperparah praktik represi negara dan memperluas pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
Muhammadiyah tetap memiliki misi membela yang lemah yang sesuai dengan semboyan dari Muhammadiyah, yaitu Penolong Kesengsaraan Oemat (PKO)
KONFLIK warga desa di Kawasan Pegunungan Kendeng dengan Ganjar Pranowo masih menyisakan luka, akibatnya mereka sepakat menyatakan Anti-Ganjar dan PDI Perjuangan
Direktur Bumdes Wadas, Fuad Rofik mengatakan, studi banding ini dimaksudkan untuk memelajari kunci keberhasilan BUMDes di wilayah lain.
SITUASI di Desa Wadas Kecamatan Bener, Purworejo semakin kondusif. Kini tinggal 8 bidang saja yang belum diserahkan dari 617 bidang yang direncanakan.
SEBANYAK 22 warga pemilik 34 bidang di Desa Wadas yang sempat menolak keras penambangan lahan kuwari, akhirnya secara suka rela menyerahkan berkas untuk dilakukan pengukuran.
KOMISI III DPR RI menyebut, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo telah melaksanakan 7 poin rekomendasi dari DPR RI dalam mengatasi konflik penambangan batu andesit di Desa Wadas, Purworejo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved