Senin 23 Januari 2023, 22:39 WIB

Rancang Agrowisata Pasca-Penambangan, BUMDes Wadas Purworejo Studi Banding

mediaindonesia.com | Nusantara
Rancang Agrowisata Pasca-Penambangan, BUMDes Wadas Purworejo Studi Banding

Ist/Pemprov Jateng
Pengurus BUMDes Sido Makmur Wadas melakukan studi banding untuk mengembangkan Agrowisata pasca-penambangan di Desa Wadas.

 

SEMPAT menimbulkan pro kontra hingga jadi pusat perhatian publik terkait rencana penambangan batu andesit di Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo.Kini desa tersebut bersiap menyongsong kemajuan.

Hal itu dimulai dari studi banding yang dilakukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sido Makmur Wadas ke empat desa sekaligus.

Sebanyak 14 pengurus Bumdes Wadas belajar pengelolaan dan pengembangan ke Umbul Nglanggeran di Patuk Gunung Kidul, Tebing Breksi di Prambanan, Kebun Buah Mangunan dan BUMDes Panggung Lestari di Bantul. Studi banding dilakukan pada 21-22 Januari 2023.

Direktur Bumdes Wadas, Fuad Rofik mengatakan, studi banding ini dimaksudkan untuk memelajari kunci keberhasilan BUMDes di wilayah lain yang mereka kunjungi.

"Kami menyongsong kemajuan desa kami. Salah satunya dengan mengembangkan BUMDes," ujarnya, Senin (23/1).

Menurutnya, BUMDes adalah wadah usaha bagi masyarakat desa, yang kepemilikan mayoritas warga diwakili oleh pemerintahan desa. 

Baca juga: Bareng Ibu Hamil dan Menyusui, Ganjar Rayakan Ulang Tahun Megawati

Oleh karena itu, upaya peningkatan kesejahteraan warga terdampak akibat proyek penambangan batu andesit yang akan digunakan sebagai fondasi Bendungan Bener harus dikawal kelembagaan ekonomi desa, dalam hal ini BUMDes Sido Makmur. 

Selain menjalankan fungsi usaha, BUMDes juga menjalankan fungsi sosial dan politiknya ketika berhadapan dengan proyek berskala besar.

Fuad mengungkapkan, saat berdialog dan negosiasi dengan Gubenur Jateng Ganjar Pranowo serta dari pihak BBWS Serayu-Opak, pihaknya juga minta agar BUMDes dilibatkan dalam pelaksanaan sekaligus pengawasan.

"Melalui BUMDes kami bisa terlibat dalam pengawasan mengenai penambangan batu andesit yang awalnya kami tolak," tegasnya.

Ke depan, pihaknya akan merancang master plan agrowisata pasca-penambangan.

Selain ada green belt, nantinya juga akan ada embung di puncak bekas tambang. Ia membayangkan, master plan tersebut adalah wisata agro di mana di embung di puncak untuk mengairi pertanian di sekitar lokasi.

Diharapkannya, keseriusan BUMDes tersebut berbanding lurus dengan perhatian sejumlah pihak, terutama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Ini membuktikan kami serius. Pak Gubernur juga harus serius dalam hal memberikan perhatian niat kami," jelas Fuad.

Kepala Desa Wadas, Fahri Setianto menambahkan, bahwa proyek strategis nasional akan membawa perubahan besar bagi desanya.

Menurut Fahri, desa yang dipimpinnya akan mengalami perubahan besar, baik secara lanskap, ekonomi, dan sosial budayanya akibat proyek tersebut. Oleh karena itu, pihaknya harus bisa meminimalisir dampak negatif dan memperbesar dampak positif.

"Dampak positifnya dalam hal ini adalah harus bisa jadi alat kesejahteraan warga Desa Wadas. Untuk itu, kami butuh belajar dari wilayah lain yang sudah sukses," ucap dia. 

Upaya studi banding tersebut, ungkapnya, tidak lepas dari dorongan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Gubenur, kata dia, juga berkomitmen meningkatkan kapasitas pengurus dan kelembagaan BUMDes. Selain itu, ucap Fahri, tentunya juga bantuan modal.

Sementara Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Purworejo, Andri Kristanto menyampaikan, situasi dan kondisi di Desa Wadas kian kondusif. Pengukuran lahan tahap tiga sudah mulai dilakukan. Dari target 617 bidang, kini tinggal 8 bidang saja.

"Hal ini tercapai karena pendekatan dialogis dan langsung pada titik masalah dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Tak kurang sudah 5 kali terjadi dialog antara Pak Gubernur dengan kelompok warga," tuturnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pendekatan terhadap warga pemilik 8 bidang yang tersisa. "Kami pastikan tidak ada paksaan, tapi pendekatan masih terus kami lakukan," tandas Fahri. (RO/OL-09)

Baca Juga

DOK.MI

Berlayar tanpa ABK, Nakhoda KM Dimas Hilang Kontak di Perairan Lebak

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 18:43 WIB
Makmur pada Senin (23/1) pukul 09.00 WIB berangkat melaut untuk mencari ikan di perairan Binuangen tanpa anak buah kapal...
MI/Haryanto

Selamatkan Lahan Kritis, Ganjar Tanam 1.500 Pohon di Area Rawan Longsor-Banjir Bandang

👤Haryanto 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 17:35 WIB
GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo, melakukan penanaman pohon di lahan kritis yang berada di Desa Nyemoh, Kecamatan Bringin, Kabupaten...
ANTARA FOTO/Adwit B Pramono/

Bencana Banjir dan Longsor di Manado Renggut Lima Orang

👤Naufal Zuhdi 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 17:35 WIB
Bencana banjir di Kota Manado yang terjadi pada Jumat (27/1) dilaporkan telah merendam kurang lebih 400 rumah di 34 desa/kelurahan dan 9...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya