Kamis 09 Desember 2021, 15:03 WIB

Jokowi Minta Kejar Aset Obligor BLBI Senilai Rp110 Triliun

 Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Jokowi Minta Kejar Aset Obligor BLBI Senilai Rp110 Triliun

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Preside Jokowi minta Satgas BLBI terus mengejar hak negara yang bernilai Rp110 triliun dari para obligor dan debitur.

 

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) akan terus mengejar hak negara yang bernilai Rp110 triliun dari para obligor dan debitur.

Pemerintah memastikan bakal menempuh jalur hukum untuk menangani aset-aset BLBI yang dialihkan menjadi perumahan oleh para obligor.

"Dalam penuntasan kasus BLBI, Satgas BLBI juga bekerja keras untuk mengejar hak negara yang nilainya mencapai Rp110 triliun," ujar Kepala Negara dalam acara peringatan Hari Antikorupsi Sedunia secara virtual, Kamis (9/12).

Jokowi meminta aparat hukum, seperti Bareskrim Polri dajmn Kejaksaan Agung untuk mengupayakan agar para obligor dan debitur tidak ada yang luput dari pengembalian dana BLBI.

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menuturkan, Indonesia telah menggandeng pihak internasional, seperti dengan Swiss, dalam rangka kerja sama pengembalian aset tindak pidana, serta perjanjian bantuan hukum timbal balik dalam masalah pidana.

"Sudah kita sepakati dengan Swiss dan Rusia, mereka siap membantu penelurusan, membantu pembekuan, membabtu penyitaan, dan perampasan aset hasil tindak pidana di luar negeri," tuturnya.

Lewat kerja sama tersebut, Jokowi menegaskan, para buron-buron kelas kakap pelaku tindak pidana korupsi bisa dikejar dan tak bisa menyembunyikan asetnya di luar negeri.

"Aset yang disembunyikan oleh para mafia, mafia migas, mafia pelabuhan, mafia obat, mafia daging, mafia tanah bisa terus dikejar dan pelakunya bisa diadili. Masyarakat menunggu hasil nyata tindak korupsi ini," pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah menyerahkan aset berupa tanah dan bangunan eks Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) seluas 426.605 meter per segi dengan nilai Rp492,2 miliar kepada Pemerintah Kota Bogor dan tujuh Kementerian/Lembaga.

Penyerahan aset tersebut dilakukan dengan mekanisme hibah dan Penetapan Status Penggunaan (PSP).Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam penandatanganan serah terima dan perjanjian aset eks BLBI, Kamis (25/11) mengatakan, hibah dan PSP atas eks aset BLBI itu merupakan bentuk pemanfaatan aset.

Adapun aset eks BLBI yang dihibahkan kepada pemerintah Kota Bogor meliputi aset di Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan dengan luas 33.500 meter per segi, di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur dengan luas 2.679 meter per segi.

Lalu di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur dengan luas 965 meter per segi, di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur dengan luas 206 meter per segi dan 322 meter per segi dan lainnya. (Ins/OL-09)

Baca Juga

Ist

HUT Gerindra Ke-15, Hergun: Partainya Siap Terima Mandat Lebih Besar

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 06 Februari 2023, 20:06 WIB
Partai Gerindra merayakan ulang tahun ke-15 dengan mengusung tema “Bergerak Bersama Bangkitkan Indonesia...
Antara

Buntut Indeks Persepsi Korupsi Turun, Presiden Panggil Pimpinan Penegak Hukum

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 06 Februari 2023, 19:57 WIB
Mulai dari Menko Polhukam Mahfud MD, Ketua KPK Firli Bahuri, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, hingga Jaksa Agung ST...
MI/HO

Fahri Bachmid : Pimpinan MA Yang Angkat Tangan soal Korupsi, Sebaiknya Mengundurkan Diri

👤Mediaindonesia 🕔Senin 06 Februari 2023, 18:53 WIB
Fahri Bachmid berpendapat pimpinan MA saat ini harus memiliki 'sense off crisis' dalam menyikapi permasalahan di tubuh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya