Selasa 28 September 2021, 15:34 WIB

Sidang ASABRI Selisik Peran Joko Hartono Tirto

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Sidang ASABRI Selisik Peran Joko Hartono Tirto

MI/ Susanto.
Ilustrasi Gedung ASABRI.

 

SIDANG lanjutan perkara dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan penempatan dana investasi pada PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) menyinggung keterlibatan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto. Joko diketahui juga menjadi terpidana dalam skandal megakorupsi di PT Asuransi Jiwasraya (persero) yang mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp16,708 triliun.

Keterlibatan Joko dalam kasus ASABRI terungkap saat jaksa penuntut umum memeriksa Direktur Utama PT Trimegah Skuritas Indonesia, Stephanus Turangan, sebagai saksi di persidangan. Stephanus mengakui bahwa pihaknya sempat mendekati Joko yang dinilai potensial menjadi nasabah di Trimegah.

Menurutnya, Joko membuka akun korporasi di Trimegah alih-alih akun perseorangan. Meski tidak mengungkap nama-nama perusahaan, Stephanus menyebut bahwa akun yang dibuka oleh Joko melakukan transaksi terkait investasi saham ASABRI. Dalam hal ini, perusahaan-perusahaan yang akunnya dibuka oleh Joko di Trimegah saling melakukan transaksi (counterparty) satu sama lain.

"Saudara tahu bahwa yang dikelola atau ditransaksikan Joko Hartono Tirto dari beberapa perusahaan dengan counterparty tadi itu adalah investasinya ASABRI?" tanya JPU Tumpal Pakpahan di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (28/9). "Oh iya ada sebagian besar saham yang ditrasnsaksikan oleh ASABRI," jawab Stephanus.

Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) milik Stephanus yang dibacakan Tumpal, terungkap bahwa saham-saham yang mendominasi pada transaksi elektronik Trimegah yaitu IIKP, MYRX, LCGP, SUGI, TRAM, dan POOL. "Berdasarkan persepsi pasar, pemilik saham-saham tersebut siapa?" tanya Tumpal lagi.

"Kalau persepsi pasar, ada hubungannya dengan Pak Heru (Heru Hidayat). Tapi saya kan enggak tahu," aku Stephanus.

Menurutnya, perusahaan sekuritas bertugas memberikan nasihat kepada nasabah saat bertransaksi dengan didasari pada analisa. Namun, Stephanus menyebut bahwa saham-saham yang ditransaksikan oleh beberapa akun ke ASABRI tidak dilakukan analisa terlebih dahulu.

"Ya kami tidak pernah melakukan analisa. Saya enggak tahu keadaan fundamental dari perusahan-perusahaan tersebut karena perusahaan yang ditransaksikan tidak masuk dalam list yang kami buat research," jelasnya.

Dalam surat dakwaan terdakwa ASABRI, Joko disebut melakukan kesepakatan dengan petinggi ASABRI terkait penukaran saham yang ada di perusahaan pelat merah tersebut dengan saham yang ada di Joko selama tiga tahun. Dalam hal ini, Joko akan membeli saham-saham layer dua atau tiga (non LQ-45) milik ASABRI yang berada pada posisi rugi.

"Kemudian PT ASABRI akan membeli saham milik Joko Hartono Tirto maupun yang terafiliasi dengan Joko Hartono Tirto. Transaksi yang dilakukan adalah di pasar nego dengan transaksi per minggu senilai Rp100 miliar," demikian petikan surat dakwaan ASABRI.

Sebelumnya, Joko telah divonis pidana penjara 20 tahun berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung pada perkara Jiwasraya. Hukuman itu jauh lebih ringan ketimbang vonis yang dijatuhkan majelis hakim pengadilan tingkat pertama, yakni pidana penjara seumur hidup.

Megakorupsi di ASABRI berdasarkan perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp22,788 triliun. Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung telah menetapkan tersangka sebanyak 13 orang dan 10 MI. Delapan orang di antaranya kini telah menjalani persidangan.

Baca juga: Kejagung Pastikan Penyitaan Aset Tak Rugikan Kegiatan Ekonomi

Selain Heru, tujuh terdakwa lain ialah Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro, Direktur Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo, dan Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi yang merupakan unsur swasta. Sedangkan terdakwa dari internal ASABRI antara lain dua mantan Direktur Utama ASABRI, yaitu Sonny Widjaja dan Adam Rachmat Damiri, serta dua mantan Direktur Investasi dan Keuangan ASABRI Bachtiar Effendi dan Hari Setianto. (OL-14)

Baca Juga

twitter BSN

Golkar Jabar Yakin Elektabilitas Airlangga Mampu Saingi Prabowo 2024

👤RO/Micom 🕔Rabu 01 Desember 2021, 18:46 WIB
Trend kenaikan berdasarkan survei menunjukan peningkatan setiap triwulan. Artinya ada rasa optimistis 2024 akan mampu bersaing dengan...
Antara/Rosa Panggabean.

Presiden Bertemu Johan Budi, Mensesneg: Cuma Silaturahmi

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 01 Desember 2021, 17:01 WIB
Dalam pertemuan itu, ia mengatakan Johan Budi hadir sendiri dan berbicara empat mata dengan kepala...
dok.ist

Mantan Dirut Mengaku Tak Ikut Kelola Dana Asabri

👤Selamat Saragih 🕔Rabu 01 Desember 2021, 16:53 WIB
MANTAN Direktur Utama PT Asabri Adam R. Damiri mengaku menyerahkan pengambilan keputusan terhadap pengelolaan dana perusahaan untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya