Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA Corruption Watch (ICW) menanggapi somasi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko terkait polemik obat Ivermectin. ICW menegaskan kajian yang dilakukan terkait kontroversi obat Ivermectin merupakan bentuk pengawasan organisasi masyarakat sipil kepada pemerintah maupun pejabat publik.
"Kami memastikan bahwa penelitian yang dihasilkan oleh ICW adalah bagian dari fungsi pengawasan masyarakat terhadap jalannya proses pemerintahan, termasuk di dalamnya para pejabat publik," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana, Jumat (30/7).
ICW menyatakan belum menerima surat resmi somasi tertulis yang sebelumnya diungkapkan kuasa hukum Moeldoko, Otto Hasibuan. Karenanya, kata Kurnia, ICW tak mengetahui pasti poin-poin keberatan Moeldoko. Meski begitu, ICW menyatakan isu somasi tak akan membuat mereka surut dalam melakukan pengawasan.
"Kami juga menegaskan bahwa kerja-kerja pemberantasan korupsi, terutama dalam hal pengawasan, tidak akan berhenti karena adanya isu ini," ujar Kurnia.
Baca juga : Moeldoko Somasi ICW Soal Ivermectin, Koalisi Sipil: Lebay
Dia mengatakan ICW sejak awal berdiri memang melakukan pengawasan melalui kajian terhadap pemerintahan, kebijakan, maupun pejabat publik. Kurnia berujar setiap penelitian ICW merupakan bentuk pengawasan masyarakat.
Moeldoko melalui kuasa hukumnya Otto Hasibuan sebelumnya meminta ICW mencabut pernyataan dan menyampaikan permintaan maaf. Otto menyebut yang disampaikan ICW berisi fitnah dan pencemaran nama baik.
Dalam kajiannya, ICW menemukan dugaan keterkaitan anggota partai politik, pejabat, dan pebisnis dalam distribusi Ivermectin untuk penanggulangan covid-19. Polemik Ivermectin ditengarai dimanfaatkan segelintir pihak untuk mendapat keuntungan. Nama Moeldoko yang juga Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) turut disebut-sebut memiliki kaitan mengenai distribusi obat itu. (OL-7)
MANTAN Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas kini menjadi tahanan rumah. ICW menilai sangat berisiko karena ada potensi penghilangan barang bukti kasus korupsi kuota haji
ICW mendesak Dewas KPK memeriksa pimpinan lembaga antirasuah itu setelah mengalihkan status penahanan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, dari tahanan rutan jadi tahanan rumah
ICW mengkritik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK yang mengalihkan status penahanan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, dari Rumah Tahanan (Rutan) menjadi tahanan rumah
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mendesak pemerintah untuk segera membatalkan kebijakan impor 105.000 unit kendaraan pick up (pikap) dari India.
Indonesia Corruption Watch mengkritik Komisi Pemberantasan Korupsi yang melimpahkan laporan dugaan pemerasan 43 anggota Polri ke Kedeputian Korsup.
ICW meminta KPK mengawasi 1.179 SPPG milik Polri karena dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan ketimpangan pengelolaan dana hingga Rp2,2 triliun per tahun.
Moeldoko menuturkan bahwa film Dilanjutkan Salah, Disudahi Perih juga menunjukkan pentingnya keberanian dalam memilih.
Harapan sekaligus pernyataan ini mempertegas pandangan bahwa film Indonesia tidak lagi hanya berfungsi sebagai sarana hiburan semata. Namun, bisa lebih dari itu.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengatakan bahwa penyalahgunaan kekusaan merupakan dosa besar. Itu disampaikan menyinggung oknum penguasa.
Kantor Staf Presiden melalui Indonesia Future Network mengumpulkan 20 tokoh muda energi dan iklim dari berbagai latar belakang untuk membahas krisis energi dan iklim.
Tidak ada cara-cara instan dalam membina atlet. Karena itu, harus ada keberlanjutan pembinaan yang menyeluruh dan usaha-usaha yang gigih dari seluruh pihak.
KEPALA Staf Kepresidenan, Moeldoko menggelar rapat koordinasi bersama Tim Ekonomi Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved