Rabu 28 Juli 2021, 18:22 WIB

Hakim Tolak Praperadilan Eks Pejabat Ditjen Pajak 

Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum
Hakim Tolak Praperadilan Eks Pejabat Ditjen Pajak 

MI/Susanto
eks pejabat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Angin Prayitno Aji 

 

PENGADILAN Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan yang diajukan eks pejabat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Angin Prayitno Aji terkait kasus suap pajak. Hakim menyatakan proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Angin Prayitno sah dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

"Alasan-alasan permohonan praperadilan yang diajukan oleh pemohon (Angin Prayitno) tidak beralasan menurut hukum dan oleh karena itu ditolak untuk seluruhnya," kata hakim tunggal Siti Hamidah membacakan putusannya, Rabu (28/7).

Hakim menyatakan penetapan tersangka terhadap Angin sudah memenuhi bukti permulaan yakni dua alat bukti yang sah. Selama persidangan, KPK dinilai telah menunjukkan bukti-bukti tersebut.

Hakim juga menyatakan tindakan penyitaan yang dilakukan KPK sah sesuai ketentuan. Penyitaan yang dilakukan sudah mendapat izin dari Dewan Pengawas KPK.

Baca juga : Putusan Praperadilan Angin Prayitno Aji Dibacakan Hari Ini

Dalam kasus itu, KPK mengumumkan enam tersangka yakni Angin Prayitno Aji dan Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak Dadan Ramdani.

Kemudian, ada nama kuasa wajib pajak Veronika Lindawati, serta tiga konsultan pajak Ryan Ahmad Ronas, Aulia Imran Maghribi, dan Agus Susetyo yang juga ditetapkan tersangka.

Dalam kasus suap pemeriksaan perpajakan 2016 dan 2017 itu, Angin Prayitno diduga menerima suap senilai Rp50 miliar lebih dari tiga perusahaan yakni PT Jhonlin Baratama, PT Bank Pan Indonesia Tbk atau Panin Bank, dan PT Gunung Madu Plantations.

Angin diduga menerima duit dari perusahaan-perusahaan itu untuk merekayasa pemeriksaan pajak. Rinciannya, Rp15 miliar diterima kurun waktu Januari-Februari 2018. Uang itu diserahkan oleh Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi selaku perwakilan PT Gunung Madu Plantations.

Kemudian, penerimaan Sin$500 ribu pada pertengahan 2018 diserahkan Veronika selaku perwakilan Bank Panin. Penyerahan itu diduga baru sebagian dari total komitmen Rp25 miliar. Lalu kurun waktu Juli-September 2019 penerimaan sebesar Sin$3 juta diserahkan Agus Susetyo selaku perwakilan PT Jhonlin Baratama. (P-5)

Baca Juga

Dok.Ditjen Pajak

Dua Pejabat Ditjen Pajak Didakwa Terima Uang Rp55 Miliar

👤 Tri Subarkah 🕔Rabu 22 September 2021, 13:00 WIB
Keduanya adalah Direktur Pemeriksaan dan Penagihan (P2) Ditjen Pajak 2016-2019 Angin Praytino serta Kepala Sub Direktorat Kerjasama dan...
MI/M Irfan

Kasus Pelecehan Seksual Pegawai KPI, Polres Jakpus: Masih Penyelidikan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 22 September 2021, 12:46 WIB
Kombes Hengki Haryadi memenuhi pemanggilan Komnas HAM) untuk dimintai keterangan terkait dugaan kasus kekerasan seksual yang...
ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Penyidik Polri Periksa Napoleon Hingga Malam Hari Terkait Penganiayaan Muhammad Kece

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 22 September 2021, 12:39 WIB
Pemeriksaan Napoleon dilakukan pada Selasa (21/9). Mantan Kadiv Hubinter tersebut diperiksa sejak siang hingga malam hari, pukul 23.00...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Miliarder Baru dari Pundong

MASYARAKAT dihebohkan dengan video viral warga Dukuh Pundong III, Kelurahan Tirtoadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, membeli tiga mobil dengan uang tunai.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya