Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah meminta kepada elite untuk menghentikan segala kegaduhan politik dan lebih baik fokus dalam mengatasi pandemi COVID-19 yang saat ini angkanya melonjak tinggi.
"Hentikan isu itu dan biarlah menjadi bagian dari wacana sesaat, sebaliknya alangkah elok bila dihentikan demi mencegah kedaruratan. Kasihan rakyat kecil yang menanggung beban berat akibat pandemi maupun oleh kondisi kehidupan kebangsaan yang sarat beban," ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam keterangan tertulisnya, hari ini.
Kegaduhan yang dimaksud Haedar salah satu contohnya mengenai isu presiden tiga periode. Ia meminta agar isu itu diakhiri dan semua pihak bahu-membahu mencari solusi untuk mengatasi pandemi COVID-19.
Bagi Haedar, rakyat miskinlah yang menjadi korban karena terdampak pandemi COVID-19 dari segala kegaduhan politik. Sementara para elite memiliki hak istimewa yang tak dimiliki masyarakat kalangan bawah.
"Mungkin dengan memproduksi isu-isu kontroversial malah akan mendapat lebih banyak nilai-tambah bagi para elite itu. Namun bagaimana dengan tanggungjawab etik dan sosial di tengah bangsa yang tengah menghadapi musibah besar? Di sinilah kearifan para elite sangatlah diharapkan," katanya.
Baca juga: Jokowi: Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Bisa Segera Dimulai
Haedar paham demokrasi memang memberikan ruang untuk memperbincangkan isu-isu yang dianggap menyangkut hajat hidup bangsa dan negara. Tetapi demokrasi juga menuntut pertanggungjawaban moral dan sosial ketika bangsa dan negara saat ini tengah menghadapi masalah yang lebih besar.
"Politik Indonesia itu menuntut moral dan nilai hikmah kebijaksanaan sebagaimana terkandung dalam sila keempat Pancasila, bukan sekadar politik nilai-guna dan asas kebebasan belaka," kata dia.
Sebelumnya, Haedar mendorong pemerintah pusat hingga daerah agar konsisten menerapkan kebijakan penanganan COVID-19, utamanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
"Para pejabat dan elite negeri dari pusat sampai daerah juga penting menyatukan sikap dan langkah, disertai keteladanan dalam menegakkan protokol kesehatan dan tidak memberi angin kepada warga yang membuat semuanya menjadi longgar dan lalai," ujar Haedar.
Haedar mengatakan inkonsistensi akan membuat langkah penanganan COVID-19 menjadi maju mundur atau fluktuatif, yang akhirnya kondisi bisa tidak terkendali.(Ant/OL-4)
SEJUMLAH pakar hukum tata negara, praktisi hukum, politisi, tokoh pergerakan, dan akademisi, mengajak semua pihak untuk melawan upaya perpanjangan masa jabatan Presiden dan penundaan pemilu
Hasto menyebut PDIP masih satu nafas dengan Presiden RI Joko Widodo, yakni menolak penundaan pemilu
“Pernyataan hari ini meminta para Menteri untuk tidak membahas terkait itu. Artinya secara konkret persoalan itu dilupakan saja, karena kita juga sedang dalam masa kritis-kritis."
Miya menegaskan ide penundaan pemilu sangat berbahaya dan rentan disusupi agenda pemberian wewenang bagi MPR untuk mulai menyusun Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).
PERPINDAHAN Ibu Kota Negara (IKN) merupakan kepentingan nasional yang super besar.
Menurut Sugiono, perintah konstitusi sudah jelas bahwa pemilu dilaksanakan setiap lima tahun
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved