Rabu 23 Juni 2021, 11:27 WIB

Bareskrim Temukan Dua Tindak Pidana Adelin Lis Saat Buron

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Bareskrim Temukan Dua Tindak Pidana Adelin Lis Saat Buron

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Terpidana kasus pembalakan liar Adelin Lis.

 

BARESKRIM Polri menyatakan telah menemukan dua dugaan tindak pidana Adelin Lis selama masih menjadi buronan kasus pembalakan liar.

Hal itu diketahui usai Bareskrim berkoordinasi dengan Ditjen Imigrasi dan Atpol Singapura guna mengusut pemalsuan paspor yang dilakukan oleh  Adelin Lis.

"Hasil koordinasi dan penyelidikan bersama Ditjen Imigrasi serta dengan Atpol Singapura, diketahui 2 hal dugaan tindak pidana yang telah dilakukan oleh buronan AL alias HL selama pelariannya," terang Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi, Rabu (23/6).

Andi menyebut bahwa Adelin dengan sengaja menggunakan dokumen perjalanan RI (paspor) yang diketahui atau patut diduga palsu atau dipalsukan.

Adelin juga memberikan data tidak sah atau keterangan yang tidak benar untuk memperoleh dokumen perjalanan RI bagi dirinya sendiri.

Andi mengatakan dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Adelin diatur dalam UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Maka, lanjut Andi, perkembangan kasus pemalsuan itu menjadi kewenangan PPNS Keimigrasian.

"Semua substansi kedua perbuatan melawan hukum atau TP tersebut secara khusus telah diatur di dalam UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian (vide Pasal 126 huruf a dan c) dan penegakan hukumnya menjadi kewenangan PPNS Keimigrasian berdasarkan asas Lex Spesialis derogat Legi Generali," ungkapnya.

Meski begitu, Andi menyatakan Polri tetap berkoordinasi dengan PPNS Keimigrasian dalam proses penyidikannya.

Tak hanya itu, Andi menjamin Polri akan membantu Imigrasi dalam penyerahan barang bukti berupa paspor palsu Adelin yang masih diamankan di Singapura.

"Dalam pelaksanaan proses penyidikan, PPNS Keimigrasian berkoordinasi dengan penyidik Polri. Termasuk di antaranya bantuan penyerahan barang bukti dokumen perjalanan RI (paspor) asli tapi palsu yang masih diamankan oleh Kedubes RI cq Atpol/SLO Polri di Singapura," pungkasnya.

Sebelumnya, Adelin ditangkap otoritas Singapura pada 2018 atas kasus paspor palsu menggunakan nama Hendro Leonardi. Atas perkara tersebut, Pengadilan Singapura menyidang Adelin pada 2021.

Hakim Pengadilan Singapura memvonis Adelin pada Juni 2021 dengan denda S$14 ribu dan dideportasi ke Indonesia.

Kemudian, penyidikan terkait dugaan dua tindak pidana oleh Adelin ini sudah dimulai sejak koordinasi intensif yang dilakukan minggu lalu oleh PPNS Keimigrasian. (Ykb/OL-09)

Baca Juga

MI/Adam Dwi

Anak Alex Noerdin Diduga Terima Suap Proyek Infrastruktur

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 20:17 WIB
KPK menduga Dodi mengarahkan proyek Dinas PUPR direkayasa ketika...
MI / ADAM DWI

Ditetapkan jadi Tersangka, Anak Alex Noerdin Ditahan KPK

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 18:45 WIB
KPK juga menahan tiga tersangka lain dalam kasus ini. Mereka semua juga ditahan selama 20 hari pertama dihitung dari hari yang...
 MI / ADAM DWI

KPK Amankan Uang Rp1,77 Miliar dalam OTT Anak Alex Noerdin

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 18:24 WIB
Ada uang Rp270 juta merupakan pemberian dari Direktur PT Selaras Simpati Nusantara Suhandy dibungkus...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya