Selasa 25 Mei 2021, 13:04 WIB

Ganjar Tak Diundang, Qodari : Puan Sedang Tunjukkan Pengaruhnya

Indriyani Astuti | Politik dan Hukum
Ganjar Tak Diundang, Qodari : Puan Sedang Tunjukkan Pengaruhnya

MI/Rommy Pujianto
Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari.

 

PENGAMAT politik sekaligus Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari mengatakan tidak diundangnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dalam acara partai di Jawa Tengah, mensinyalkan bahwa Puan Maharani tengah menunjukkan sebagai tokoh berpengaruh dalam partai tersebut.

Tidak diundangnya Ganjar dalam acara itu disebut sebagai teguran dari pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan terhadap sikap Ganjar.

"Mungkin aja Mbak Puan sedang menunjukan power-nya sebagai tokoh berpengaruh dan salah satu calon penerus bu Megawati sebagai Ketua PDI Perjuangan yang akan datang," ujar Qodari ketika dihubungi, Selasa (25/5).

Selain itu, Qodari menyampaikan ada variabel kedua yang menjadi alasan DPP PDI Perjuangan bersikap seperti itu. Fakta bahwa Jawa Tengah, terang Qodari, yang merupakan daerah pemilihan dari Puan sehingga ia punya gagasan, ide, dan batasan yang tidak diikuti oleh Ganjar. Maka, terang Qodari, amat mungkin Puan tersinggung

Ia mencontohkan, batasan-batasan dan manajemen politik dari partai, diikuti oleh Joko Widodo yang dahulu merupakan Wali Kota Solo, terwujud negosiasi dan relasi yang baik antara Puan selaku pimpinan DPP dan Joko Widodo kader PDI Perjuangan yang ditugaskan menjadi pimpinan daerah.

Hal itu, terang Qodari, juga terjadi saat putra Presiden Joko Widodo Gibran Rakabuming menjadi Wali Kota Solo saat ini.

Qodari menjelaskan, dalam kacamata pemerintahan, penguasa daerah adalah kepala daerah. Tetapi pada struktur partai, Puan sebagai pimpinan DPP PDI Perjuangan sekaligus tokoh yang memengang daerah pemilihan di Jawa Tengah sehingga menurutnya ada negosiasi.

"Ini tidak ketemu atau negosiasi tidak berjalan dengan baik antara Ganjar sebagai gubernur Jawa Tengah dengan mbak Puan sebagai pimpinan DPP PDI Perjuangan," tuturnya.

Karena hal itu, Qodari berpendapat kemungkinan pengurus DPP PDI Perjuangan menganggap Ganjar telah melanggar batasan-batasan tersebut. Padahal, imbuh Qodari, saat pencalonan Ganjar sebagai Gubernur, pengurus DPP PDI Perjuangan berjasa besar.

"Keputusan (mencalonkan Ganjar) cukup mendadak, bahkan banyak yang kaget juga sebab diduga rekomendasi (PDI Perjuangan) diberikan pada Hadi Prabowo ketika itu menjabat sebagai sekretaris daerah di Jawa Tengah. Tapi kemudian diputuskan dukungan DPP diberikan pada Ganjar yang saat itu surveinya masih rendah," ujar Qodari.

Ia beranggapan mungkin ada batasan yang dilanggar oleh Ganjar, mengingat ada peran Puan dan Ketua Tim Pemenangan PDI Perjuangan Bambang Wuryanto pada saat naiknya Ganjar sebagai gubernur.

"Kalau pakai istilah mungkin mas Ganjar dianggap sebagai kacang lupa kulitnya atau status akun mba Puan pedot oyot atau putus dengan akar," ucapnya.

Qodari menambahkan, bahwa wilayah Jawa Tengah merupakan episentrum atau basis kekuatan dari PDI Perjuangan. Oleh karena itu, kekuasaan partai harus kuat dan dominan. Sehingga, menurut DPP, tidak boleh ada tokoh yang terkesan bermain sendiri terkait pencalonan presiden 2024.

"ini persoalan mendasar dan martabat DPP PDI Perjuangan. Kalau kejadian seperti ini di provinsi lain di Kalimantan Barat agak lain ceritanya. Tapi ini terjadi di Jawa Tengah, sensitivitas politiknya sangat strategis, bukan hanya Jawa Tengah merupakan daerah pemilih Puan, tapi juga basis dan tanah PDI Perjuangan, atau kandang banteng," tukasnya. (Ind/OL-09)

Baca Juga

Antara

Polda Metro Panggil Luhut Soal Laporan Haris Azhar

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 26 September 2021, 20:20 WIB
Panggilan ini untuk meminta klarifikasi dari Menko Luhut terkait laporannya terhadap aktivis Haris Azhar. Pemeriksaan Luhut dijadwalkan...
MI/Susanto

KPK Dituntut Bersih dari Mafia Kasus

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 26 September 2021, 20:05 WIB
Sebab, KPK sebagai lembaga penegak hukum, dapat mengaburkan upaya pemberantasan korupsi ketika dihinggapi mafia...
dok.tangkapan layar

Kadensus 88: Pendekatan Humanis Penting Dalam Atasi Terorisme

👤Muhamad Fauzi 🕔Minggu 26 September 2021, 19:33 WIB
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kini juga melakukan upaya lainnya guna mengatasi persoalan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya