Selasa 18 Mei 2021, 23:13 WIB

Kasus Asabri, Kejagung Periksa Dirut Perusahaan Heru Hidayat

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Kasus Asabri, Kejagung Periksa Dirut Perusahaan Heru Hidayat

Antara
Heru Hidayat

 

JAKSA penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa Direktur Utama PT Trada Alam Minera berinisial SH.

Perusahaan tersebut diketahui milik tersangka kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asabri Heru Hidayat.

"Saksi diperiksa mengenai keterkaitan PT Graha Resources, perusahaan yang beneficial owner-nya adalah tersangka HH dengan PT Trada Maritime yang kemudian berubah nama menjadi PT Trada Alam Minera," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak melalui keterangan tertulis, Selasa (18/5).

 

Selain SH, penyidik juga memeriksa lima orang lainnya sebagai saksi. Dua di antaranya masih terkait dengan Heru, yaitu AP dan AK selaku nomine dalam pengurusan perusahaan-perusahaan milik Heru.

Saksi lain yang diperiksa adalah WW dan TAW yang masing-masing bertindak selaku Direktur dan Direktur Uama PT Asia Raya Kapital. Ia dimintai keterangannya terkait enam sertifikat hak guna bangunan (SHGB) atas nama PT Prima Jaringan. Prima Jaringan diketahui merupakan perusahaan yang dipimpin tersangka Lukman Purnomosidi.

Selain itu, Custodian Service Head PT Bank Mega Tbk berinisial DPS juga diperiksa sebagai saksi untuk kepentingan yang sama.

"Saksi diperiksa terkait enam SHGB atas nama PT Prima Jaringan yang digunakan seabgai aset jaminan untuk menerbitkan sukuk Mudarabah I Prima Jaringan," terang Leonard.

Penyidik Korps Adhyaksa juga memeriksa seorang ahli dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPAK) berinisial AD. Ia dimintai keahliannya terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang disangkakan terhadap Heru maupun dua tersangka lainnya, yaitu Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro dan Direktur Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo.

"Sementara untuk tersangka yang diperiksa adalah tersangka IWS (Ilham W Siregar) selaku Kadiv Investasi PT ASABRI periode Juli 2012 sampai dengan Januari 2017," ungkap Leonard.

Menurut Leonard, Ilham diperiksa untuk menggali aset-aset tindak pidana korupsi P Tricore dan PT Dana Lingkar. Ilham disebut sebagai beneficial owner kedua perusahaan tersebut. Selain itu, penyidik juga mengkonfirmasi aliran dana dari rekening Ilham.

"Tersangka (Ilham) diperiksa oleh tim jaksa penyidik di rumah tahanan negara (Rutan) Kelas I Tangerang, Kecamatan Jambe, Tangerang, Banten," pungkasnya. (OL-8)

 

Baca Juga

Ilustrasi

Rudal Mistral Lumpuhkan Pesawat Tanpa Awak Musuh

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 23 Juni 2021, 07:25 WIB
Dalam hitungan detik, rudal mistral atlas yang melesat dengan kecepatan 2,8 marc dapat menghancurkan banshee dengan akurat. Pesawat...
ANTARA/M Risyal Hidayat

BKN Klaim TWK Paling Pas untuk Menguji Pegawai KPK

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Rabu 23 Juni 2021, 07:15 WIB
Bima mengatakan, dalam pelaksanaan TWK, pegawai KPK sudah diberikan banyak...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

BKN Ungkap Alasan Hasil TWK Cuma Bisa Dibuka dengan Putusan Pengadilan

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Rabu 23 Juni 2021, 06:46 WIB
Pembukaan informasi itu hanya bisa dilakukan oleh perintah pengadilan. Jika tidak ada perintah pengadilan, Dinas Psikologi AD dan BNPT akan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya