Rabu 05 Mei 2021, 17:56 WIB

Sekjen Kemensos Bantah Biaya Sewa Pesawat dari Fee Bansos

Tri Subarkan | Politik dan Hukum
Sekjen Kemensos Bantah Biaya Sewa Pesawat dari Fee Bansos

Dok Kemensos
Hartono Laras

 

SEKRETARIS Jenderal Kementerian Sosial Hartono Laras, menyebut biaya pesawat charter yang digunakan mantan Mensos Juliari Peter Batubara menggunakan dana hibah. 

Hal itu disampaikannya saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi pengadaan bantuan sosial sembako covid-19 Jabodetabek.

Hartono mengatakan, Juliari sempat melakukan beberapa kali kunjungan kerja ke luar daerah, di antaranya ke Medan, Natuna, dan Luwu Utara. Perjalanan menggunakan pesawat charter disebutnya saat Juliari dinas ke Natua dan Luwu Utara.

"Untuk sumber pembiyaaan charter pesawat, untuk daerah-daerah tertentu, yang terkait dengan lokasi bencana, dan pulau-pulau kecil, peseisir, tertinggal, perbatasan antarnegara, itu dimungkinkan dari sumber biaya hibah dalam negeri," kata Hartono di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (5/5).

Mendengar jawaban Hartono, hakim ketua Muhammad Damis lantas bertanya perihal sumber dana hibah yang dimaksud. Menurut Hartono, hibah itu berasal dari sumbangan masyarakat terkait undian gratis berhadiah yang dikelola Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos.

Hartono mengklaim hibah tersebut diatur berdasarkan Peraturan Menteri Sosial No. 8 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Hasil Pengumpulan Sumbangan Masyarakat dari Penyelenggaraan Undian gratis Berhadiah dalam Bentuk Uang dan diawasi oleh BPK maupun BPKP.

Kesaksian Hartono tersebut berbeda dengan dakwaan yang disusun oleh jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jaksa KPK meyakini biaya pesawat charter yang digunakan Juliari berasal dari fee yang dikutip dari tiap vendor penyedia bansos sembako.

Namun jaksa KPK hanya menyebut pembayaran sewa pesawat (private jet) yang dilakukan Juliari saat kunjungan kerja ke Lampung, Denpasar, dan Semarang. Untuk Lampung dan Denpasar, biaya yang keluarkan sebesar Rp270 juta. Sementara untuk kunjungan ke Semarang mengeluarkan biaya US$18 ribu.

Juliari didakwa menerima suap dengan total mencapai Rp32,482. Uang itu dikumpulkan melalui kuasa pengguna anggaran (KPA) pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) dan pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek tersebut, Adi Wahyono, serta Matheus Joko Santoso yang ditunjuk sebagai PPK lainnya. (OL-8)

Baca Juga

MI/M. irfan

100 Hari Kerja Jenderal Listyo Sigit Diapresiasi  

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 22:45 WIB
Menurut Dasco, 100 hari kepemimpinan Listyo Sigit telah menunjukkan transformasi kepolisian yang lebih maju dan modern, dengan...
dok/pribadi

Perppu No 1 Tahun 2020, Salah Satu Skenario Penyelamatan Negara

👤Media Indonesia 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 21:35 WIB
Lahirnya Perppu Nomor 1 Tahun 2020 itu dilatarbelakangi situasi dan kondisi negara dalam keadaan darurat, karena harus menghadapi serangan...
Ist

85 WNA Tiongkok Masuk RI, Gus AMI: Pemerintah Harus Lebih Peka

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 18:54 WIB
Sebanyak 85 warga Tiongkok ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta dengan menggunakan pesawat China Southern Airlines (charter flight)...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kualitas Kompetisi Harus Ditingkatkan

Regulasi yang dibuat operator dan regulator harus bisa meningkatkan standar liga dan klub

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya