Sabtu 01 Mei 2021, 12:45 WIB

GP Ansor Minta Kasus Pencekalan Azis tak Dimaknai Berlebihan

Sri Utami | Politik dan Hukum
GP Ansor Minta Kasus Pencekalan Azis tak Dimaknai Berlebihan

MI
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin

 

GERAKAN Pemuda (GP) Ansor meminta kasus pencekalan dan pencegahan ke luar negeri (LN) yang dilakukan KPK terhadap Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin tidak dimaknai secara berlebihan. Ansor menilai kasus pencekalan terkait dugaan kasus suap penyidik KPK oleh Wali Kota Tanjungbalai ini diposisikan pada kerangka hukum.

Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Luqman Hakim mengatakan langkah yang dilakukan KPK dilindungi oleh undang-undang. Untuk itu, dia meminta kasus ini tidak ditafsiri secara berlebihan, termasuk politis. 

“Biarkan hukum bekerja dengan baik, beri kesempatan penyidik KPK untuk membuktikan kasus ini agar semuanya gamblang,” ujar Luqman di Jakarta, Jumat (30/4).

Langkah KPK yang mencegah dan menangkal Azis Syamsuddin juga bagian menjunjung tinggi prinsip persamaan semua orang di mata hukum (equality before the law). Upaya ini harus mendapat dukungan bersama agar upaya penegakan hukum di Indonesia bisa berjalan dengan baik. 

Baca juga: Kemenkumham: Azis Syamsudin Dicekal 6 Bulan

Selain memberi ruang kepada KPK, Luqman juga meminta publik untuk mengedepankan asas praduga tidak bersalah terhadap Azis Syamsuddin. Dengan demikian, jangan sampai upaya KPK ini justru dimaknai untuk menjatuhkan nama pribadi, partai atau kelompok tertentu. 

“Kita semua harus dewasa menyikapi masalah ini dalam kerangka membangun bangsa yang bersih," terangnya.

Azis yang juga politikus Partai Golkar dilarang bepergian ke luar negeri untuk enam bulan ke depan sejak 27 April 2021. Surat permohonan pencegahan Azis Syamsuddin untuk bepergian ke luar negeri pun telah dikirim KPK ke Ditjen Imigrasi Kemenkumham.(OL-5)

Baca Juga

ilustrasi

Aparat Diminta Beri Efek Jera Pelaku Pembunuhan Ketua MUI Labura

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 30 Juli 2021, 08:54 WIB
Kepolisian harus memastikan dapat memberi efek jera kepada...
Antara

Eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin Diperiksa Terkait Korupsi Masjid Sriwijaya

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 29 Juli 2021, 21:16 WIB
Alex disebut telah menerima uang sebesar Rp2,343 miliar dan Rp300 juta untuk biaya swe...
MI/Ramdani

Jimly Asshiddiqie Sebut Koruptor Masjid Sriwijaya Biadab

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 29 Juli 2021, 21:04 WIB
Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan telah menersangkakan enam orang, empat di antaranya telah diseret ke meja...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Atletik Jadi Lumbung Medali

SALAH satu cabang olahraga yang akan sangat menarik untuk disaksikan di Olimpiade 2020 ialah atletik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya