Kamis 22 April 2021, 14:58 WIB

Soal Kasus Pajak, KPK Sita Barang Bukti dari Pejabat Bank Panin

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Soal Kasus Pajak, KPK Sita Barang Bukti dari Pejabat Bank Panin

Antara
Ilustrasi pekerja membersihkan logo KPK di gedung yang berlokasi di wilayah Kuningan, Jakarta.

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Biro Administrasi Keuangan atau Chief of Finance Officer (CFO) Bank Panin Indonesia Marlina Gunawan. Dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap pajak Ditjen Pajak Kemenkeu. 

Penyidik KPK pun menyita sejumlah barang bukti dari tangan Marlina. "Pada yang bersangkutan, dilakukan penyitaan berbagai barang bukti, saat tim penyidik melakukan penggeledahan di kantor Bank Panin," jelas Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (22/4).

Baca juga: KPK: Masih Banyak Pengusaha Bandel Lakukan Suap

Dalam kasus tersebut, penyidik juga memanggil eks Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Kemenkeu Angin Prayitno Aji. Namun, Angin tak memenuhi panggilan lantaran mengaku sakit. Sehingga, pemeriksaan terhadap dirinya akan dijadwalkan ulang.

"Saksi (Angin Prayitno) tidak hadir karena alasan sakit. Yang bersangkutan mengonfirmasi meminta jadwal ulang 28 April 2021," imbuh Ali.

KPK sudah mengantongi sejumlah tersangka dalam kasus itu, namun belum diumumkan. Pengumuman dilakukan bersamaan dengan penahanan. KPK menduga pejabat Ditjen Pajak menerima suap untuk merekayasa pemeriksaan pajak korporasi.

Kasus suap untuk merekayasa surat ketetapan pajak (SKP) itu diduga melibatkan tiga perusahaan, yakni Jhonlin Baratama, Panin Bank dan Gunung Madu Plantations. Nilai suap diperkirakan mencapai Rp50 miliar.

Baca juga: Dugaan Kebocoran Informasi, KPK Diminta Lakukan Evaluasi Internal

Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM juga sudah mencegah enam orang ke luar negeri atas permintaan KPK. Dari enam orang yang dicegah, dua di antaranya ASN Ditjen Pajak berinisial APA dan DR.

Empat orang lainnya berinisial RAR, AIM, VL, dan AS. Pencegahan keenam orang itu berlaku selama enam bulan sejak 8 Februari hingga 5 Agustus mendatang.(OL-11)

 

 

 

Baca Juga

MI/ Susanto

SMRC: Mayoritas Publik Ingin Presiden tetap Dipilih Rakyat

👤Ant 🕔Minggu 20 Juni 2021, 17:57 WIB
Survei SMRC itu menunjukkan mayoritas rakyat tidak mendukung gagasan pemilihan presiden oleh MPR seperti di era Orde...
AFP

Wacana Presiden Tiga Periode Rusak Citra Jokowi

👤Ant 🕔Minggu 20 Juni 2021, 16:20 WIB
Viva mengingatkan bahwa Presiden Jokowi sudah jelas sikapnya yaitu menolak ide atau wacana...
AFP

Relawan Minta Jangan Dorong Jokowi Jabat Presiden Tiga Periode

👤Ant 🕔Minggu 20 Juni 2021, 16:05 WIB
Umbas berharap para pihak yang mengusulkan Jokowi kembali menjabat presiden agar memahami...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Perlindungan Ganda terhadap Virus Korona dan Flu

DALAM perlombaan vaksin, perusahaan AS Novavax terlambat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya