Rabu 21 April 2021, 13:06 WIB

Terkait Kasus Tanah Munjul, KPK Panggil Pejabat Sarana Jaya

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Terkait Kasus Tanah Munjul, KPK Panggil Pejabat Sarana Jaya

MI/Ramdani
Gedung Merah Putih KPK di Jakarta.

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Kepala Satuan Pengawas Internal Perumda Pembangunan Sarana Jaya Ferra Ferdiyanti. Dia dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan tanah Munjul di Jakarta Timur, DKI Jakarta.

"Pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi terkait pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, DKI Jakarta Tahun 2019," ucap Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (21/4).

KPK saat ini tengah melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi terkait pengadaan tanah oleh BUMD DKI Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan sejumlah tersangka. Salah satunya diduga Dirut Sarana Jaya Yoory Corneles yang sudah dinonaktifkan dari jabatannya oleh Gubernur DKI Anies Baswedan.

Namun, nama-nama tersangka belum diumumkan resmi. Pengumuman tersangka oleh KPK akan dilakukan bersamaan dengan penahanan.

KPK juga sudah mengajukan pencegahan ke luar negeri untuk sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam kasus itu. Pencegahan ke luar negeri itu sudah berlaku selama enam bulan terhitung sejak 26 Februari lalu. (Dhk/OL-09)

Baca Juga

Dok. DPR Papua

DPR Papua Sambangi Fraksi-fraksi di DPR RI Soal Revisi Otsus

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:45 WIB
Menurut Boy, selama ini banyak opini yang berkembang baik dari pemerintah maupun DPR RI melalui Pansus terkait Revisi UU Otsus yang hanya...
Dok Komnas HAM

Komnas HAM akan Panggil BIN dan BNPT soal Polemik TWK

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 22 Juni 2021, 22:57 WIB
Anam mengatakan Komnas HAM sudah melayangkan surat undangan permintaan keterangan untuk Badan Intelijen Strategis TNI, BNPT, dan...
Antara

63.950 Benur Selundupan Berhasil Disita Aparat di Jambi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 22 Juni 2021, 21:30 WIB
Benur yang disita terdiri dari 62.400 ekor jenis pasir dan 577 ekor jenis mutiara serta jurong jenis pasir atau benur yang mulai menghitam...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya