Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

BUMD dan Swasta Kembangkan Pupuk Hayati Ramah Lingkungan

Media Indonesia
03/2/2026 17:09
BUMD dan Swasta Kembangkan Pupuk Hayati Ramah Lingkungan
(MI/HO)

UPAYA mendorong transformasi pertanian berkelanjutan terus diperkuat melalui sinergi antara badan usaha milik daerah (BUMD) dan sektor swasta. Ini dilakukan PT Indoraya Mitra Persada (IMP 168) bersama PT Internasional Mitra Teknologi (IMT) dan PT Mitra Benih Indonesia (MBI) dengan Perumda Aneka Usaha Jepara, Jawa Tengah, dalam pengembangan dan produksi pupuk hayati ramah lingkungan.

Kerja sama strategis itu menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem pertanian terbarukan yang berbasis inovasi teknologi, tata kelola profesional, dan kemitraan jangka panjang antara BUMD dan swasta. Melalui kolaborasi tersebut, Perumda Aneka Usaha Jepara ditetapkan sebagai pemegang merek (brand holder) sekaligus pengelola pemasaran pupuk hayati ramah lingkungan Javagen dengan target distribusi berskala nasional.

Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Jepara, Wike Dwi Utomo, menegaskan bahwa pengembangan Javagen merupakan respons atas tantangan serius pertanian nasional, khususnya degradasi kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan selama puluhan tahun.

"Javagen dikembangkan sebagai solusi pertanian modern untuk mengembalikan kesuburan tanah sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan petani mendapatkan alternatif pupuk yang ramah lingkungan, efisien, dan berdampak jangka panjang," ujar Wike dalam keterangan resmi, Selasa (3/2).

Direktur Utama Indoraya Mitra Persada 168, Pamrihadi Wiraryo, menjelaskan bahwa kolaborasi antara IMP, IMT, MBI, dan BUMD Jepara dirancang secara komprehensif untuk membangun ekosistem pertanian terintegrasi, mulai dari inovasi pupuk hayati, teknologi pembenihan, hingga peningkatan hasil panen petani. "Ini komitmen bersama untuk menghadirkan solusi nyata bagi petani melalui pendekatan pertanian modern dan berkelanjutan," tegas Pamrihadi. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya