Minggu 11 April 2021, 04:35 WIB

Gandeng Tokoh Agama, BNPT Cegah Paham Radikal pada Milenial

Ghani Nurcahyadi | Politik dan Hukum
Gandeng Tokoh Agama, BNPT Cegah Paham Radikal pada Milenial

Dok. BNPT
Penandatanganan prassati antara Kepala BNPT Boy Raffli Amar dan Wantimpres Lutfi Bin Yahya

 

BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Deputi Bidang Pencegahan Perlindungan dan Deradikalisasi gandeng Yayasan Harmoni Pemersatu Bangsa menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk “Kebhinnekaan Penyelamat Bangsa”, Jumat malam (9/4). 

Menggandeng sejumlah tokoh lintas agama, dialog itu fokus pada peran aktif pemuka agama dalam mengoptimalkan pencegahan terorisme. 

Bertempat di Taman Miniatur 99 Masjid Dunia kawasan Sukajaya Bogor, dialog dihadiri oleh Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar didampingi jajaran pejabat dari Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Dewan Pertimbangan Presiden, Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, perwakilan dari Gugus Tugas Pemuka Agama, serta Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan. Kehadiran mereka disambut baik oleh Hartono Limin selaku tuan rumah sekaligus Ketua Umum Yayasan Amanah Kita. 

Dialog kebangsaan itu membahas peran pemuka agama dalam mengedukasi generasi muda yang rentan terpapar paham radikal terorisme. Melalui pemahaman moderasi beragama, toleransi antar umat, serta nilai-nilai kebangsaan, diharapkan generasi milenial tidak mudah terpengaruh ideologi yang dapat menimbulkan paham radikal intoleran yang dapat memicu aksi terorisme.

“Pemuka agama merupakan guru, pencerah umat di lingkungan agama Bapak memimpin saat ini, keberagaman bangsa ini merupakan sebuah kekayaan ini patut kita syukuri dan wajib untuk dipelihara dari masa ke masa,” ujar Boy Rafli. 

Baca juga : Melawan Terorisme di Kalangan Milenial Perlu Perhatian Bersama

Boy menegaskan pentingnya edukasi dan pencerahan kepada generasi muda agar tidak mudah mengikuti sebuah doktrin yang mengusung ideologi terorisme. 

“Kecerendungan anak muda dengan karakteristik yang idealis, pemberani, ingin mencari jati diri, inilah yang bisa dimanfaatkan,” lanjutnya. 

Anggota Dewanb Pertimbangan Presiden Habib Lutfi bin Yahya mengatakan, lunturnya jiwa nasionalisme menjadi salah satu alasan maraknya radikalisme di kalangan milenial. Tentu tantangan ini bukan menjadi tugas BNPT semata. Perlu kepedulian seluruh lapisan masyarakat dalam membangun kualitas generasi muda agar ideologi yang bertentangan dengan konsesnsus bangsa tidak mudah tersusup. 

“Melunturnya nasionalisme dan berbagai sebab lainnya menjadi permasalahan sekarang ini, kalau tidak ditanggulangi bersama sulit, Ayo kita menambah kepedulian kita bersama terhadap regenerasi penerus yang akan menjadi pembangun bangsa ini, pembangun Republik ini,” ajaknya.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan prasasti Kebhinnekaan yang dilakukan oleh Kepala BNPT dan Watimpres Habib Luthfi. (RO/OL-7)

Baca Juga

Antara

Putusan PK Djoko Susilo jadi Alaram Urgensi UU Perampasan Aset

👤Tri Subarkah 🕔Minggu 09 Mei 2021, 21:00 WIB
Menurut Yenti, UU Perampasan Aset akan mengatur proses barang bukti yang disita sejak tahap penyidikan sampai proses...
Antara

KPK Pastikan Data Barang Rampasan dari Djoko Susilo Tersimpan Baik

👤Tri Subarkah 🕔Minggu 09 Mei 2021, 20:45 WIB
KPK memastikan data arsip barang yang telah dirampas dalam perkara korupsi proyek simulator SIM untuk terpidana mantan Kakorlantas...
MI/Koresponden

Dalang Kerusuhan Papua, Victor Yeimo Diciduk Satgas Nemangkawi

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 09 Mei 2021, 20:37 WIB
Kepala Satgas Operasi Nemangkawi Kombes M Iqbal Alqudusy membenarkan informasi mengenai penangkapan Victor Yeimo di Jayapura,...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Berharap tidak Ada Guncangan Baru

LAPORAN Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2021 tumbuh di angka -0,74% (year on year/yoy).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya