Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN diminta mengevaluasi kinerja usai mendapat teror dari Zakiah Aini (ZA). Kemudian juga koordinasi harus diperkuat dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam mencegah aksi serupa.
“Dievaluasi personel yang bertugas saat itu sejauh mana kesiapsiagaan dan kewaspadaannya,” ujar Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Irjen (Purn) Benny Mamoto dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk Awas! Sesat Milenial Radikal di Jagat Virtual, Minggu, (4/4).
Ia mengatakan standar peralatan pengamanan di Mabes Polri sudah bagus. Namun, personelnya perlu dievaluasi. Pasalnya ZA dengan mudah membawa senjata bisa lolos dari pemeriksaan dan menyebar teror di tempat yang menjadi jantung kepolisian.
“Saya menyoroti kenapa orang ini (ZA) bisa masuk,” ujarnya.
Benny menyarankan juga kepada kepolisian supaya mendasarkan evaluasi pengamanan dari rekaman kamera pengintai atau CCTV. "Memang harus dilihat dulu rekaman CCTV sebelumnya apakah orang ini sudah pernah datang survei,” katanya.
Benny menyebut penelusuran rekaman CCTV juga untuk membongkar kemungkinan bantuan dari orang lain. Besar kemungkinan, ZA mendapat bantuan pihak lain sebelum melancarkan aksinya.
Baca juga : Pascabom Makassar, Polisi Tangkap Puluhan Terduga Teroris
Pada kesempatan sama, mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Laksamana Muda (Purn) Soleman Ponto menilai penyerangan di Mabes Polri harus menjadi titik balik penguatan peran BNPT. Aksi ini pun tidak bisa mengambinghitamkan intelijen.
“Mari tanya BNPT apa yang mereka perbuat, kok teroris masih bergentayangan. Ini masalah BNPT karena dilahirkan untuk menanggulangi terorisme,” paparnya.
Soleman menyayangkan penyerangan Mabes Polri pada Rabu, 31 Maret 2021. Dia menilai sudah mengingatkan BNPT agar bekerja lebih baik sejak kasus Bom Sarinah, Jakarta Pusat, pada 2016.
“(Penyerangan) ini terulang lagi. (Padahal) di pundak mereka (BNPT) penanggulangan teroris ditetapkan,” ujar Soleman.
Oleh sebab itu, ia mendorong BNPT perlu membuat strategi dan langkah nyata dalam memerangi aksi teror. Pasalnya terorisme seperti fenomena gunung es. Aksi yang terlihat di masyarakat hanya satu per tiga bagian.
“Mereka kerja dua per tiga ada di bawah permukaan,” pungkasnya. (OL-7)
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, persatuan, dan kedekatan dengan rakyat dalam tubuh TNI dan Polri
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Lemahnya fungsi pengawasan dinilai menjadi titik krusial yang menghambat keberhasilan agenda reformasi Polri
Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada jajaran TNI dan Polri dalam rapat pimpinan (rapim) yang digelar di Istana Kepresidenan, Senin (9/2).
SEJUMLAH kementerian dan lembaga negara membahas penguatan moderasi beragama.
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut dalam fase pencarian jati diri.
BNPT mengungkapkan ada 27 rencana serangan terorisme yang berhasil dicegah dalam tiga tahun terakhir, dengan ratusan pelaku terafiliasi ISIS ditangkap.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
KEPALA BNPT Eddy Hartono menyoroti secara mendalam fenomena memetic radicalization yang kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
Menurut Edi Hartono, media sosial dan game online telah terbukti menjadi salah satu sarana yang digunakan pelaku terorisme untuk melakukan perekrutan.
Program ini memberikan edukasi mendalam mengenai upaya mitigasi penyebaran paham radikal terorisme di ruang digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved