Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN diminta mengevaluasi kinerja usai mendapat teror dari Zakiah Aini (ZA). Kemudian juga koordinasi harus diperkuat dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam mencegah aksi serupa.
“Dievaluasi personel yang bertugas saat itu sejauh mana kesiapsiagaan dan kewaspadaannya,” ujar Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Irjen (Purn) Benny Mamoto dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk Awas! Sesat Milenial Radikal di Jagat Virtual, Minggu, (4/4).
Ia mengatakan standar peralatan pengamanan di Mabes Polri sudah bagus. Namun, personelnya perlu dievaluasi. Pasalnya ZA dengan mudah membawa senjata bisa lolos dari pemeriksaan dan menyebar teror di tempat yang menjadi jantung kepolisian.
“Saya menyoroti kenapa orang ini (ZA) bisa masuk,” ujarnya.
Benny menyarankan juga kepada kepolisian supaya mendasarkan evaluasi pengamanan dari rekaman kamera pengintai atau CCTV. "Memang harus dilihat dulu rekaman CCTV sebelumnya apakah orang ini sudah pernah datang survei,” katanya.
Benny menyebut penelusuran rekaman CCTV juga untuk membongkar kemungkinan bantuan dari orang lain. Besar kemungkinan, ZA mendapat bantuan pihak lain sebelum melancarkan aksinya.
Baca juga : Pascabom Makassar, Polisi Tangkap Puluhan Terduga Teroris
Pada kesempatan sama, mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Laksamana Muda (Purn) Soleman Ponto menilai penyerangan di Mabes Polri harus menjadi titik balik penguatan peran BNPT. Aksi ini pun tidak bisa mengambinghitamkan intelijen.
“Mari tanya BNPT apa yang mereka perbuat, kok teroris masih bergentayangan. Ini masalah BNPT karena dilahirkan untuk menanggulangi terorisme,” paparnya.
Soleman menyayangkan penyerangan Mabes Polri pada Rabu, 31 Maret 2021. Dia menilai sudah mengingatkan BNPT agar bekerja lebih baik sejak kasus Bom Sarinah, Jakarta Pusat, pada 2016.
“(Penyerangan) ini terulang lagi. (Padahal) di pundak mereka (BNPT) penanggulangan teroris ditetapkan,” ujar Soleman.
Oleh sebab itu, ia mendorong BNPT perlu membuat strategi dan langkah nyata dalam memerangi aksi teror. Pasalnya terorisme seperti fenomena gunung es. Aksi yang terlihat di masyarakat hanya satu per tiga bagian.
“Mereka kerja dua per tiga ada di bawah permukaan,” pungkasnya. (OL-7)
Korlantas Polri memetakan jalur wisata dan pusat perbelanjaan sebagai klaster rawan kecelakaan menonjol selama masa libur Lebaran 2026
Simak syarat tinggi badan terbaru penerimaan Polri 2026 untuk jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama. Cek aturan khusus untuk wilayah Papua dan daerah terpencil.
Cek link resmi pendaftaran Polri 2026 di penerimaan.polri.go.id. Simak jadwal terbaru Akpol, Bintara, Tamtama, dan syarat lengkap rekrutmen Polri 2026.
Polri resmi buka pendaftaran Akpol, Bintara, & Tamtama 2026 mulai Maret. Cek jadwal, syarat tinggi badan, dokumen administrasi, dan link resmi di sini!
Personel Polri terjun langsung mengunjungi panti asuhan, panti jompo, hingga keluarga prasejahtera untuk menyalurkan santunan dan paket sembako.
Polri menyatakan akan mendalami polemik terkait penetapan Nabilah O’Brien, pemilik rumah makan Bibi Kelinci, sebagai tersangka.
BNPT mencatat 230 donatur aktif mendukung kelompok teroris dari 2023-2025, dengan pendanaan mencapai Rp5 miliar.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan ancaman terorisme di Indonesia, pada kurun 2023 hingga 2025, konsisten dan adaptif.
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut dalam fase pencarian jati diri.
BNPT mengungkapkan ada 27 rencana serangan terorisme yang berhasil dicegah dalam tiga tahun terakhir, dengan ratusan pelaku terafiliasi ISIS ditangkap.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
KEPALA BNPT Eddy Hartono menyoroti secara mendalam fenomena memetic radicalization yang kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved